Rabu, 8 September 2010 19:41 WIB Solo Share :

Dishub tahan penerbitan izin insidentil armada angkutan Lebaran

Solo (Espos)–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo untuk sementara terpaksa menahan penerbitan izin insidentil di luar trayek resmi bagi armada angkutan pada musim Lebaran tahun ini.

Hal itu disebabkan masih banyaknya armada bus yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk mengangkut penumpang di Terminal Tirtonadi. Kepala Dishub Kota Solo, Yosca Herman Sudrajad mengakui sudah ada beberapa perusahaan otobus (PO) yang mengajukan permohonan izin insidentil kepada pihak Dishub setempat. Izin tersebut, sedianya digunakan agar bus yang mereka operasikan saat Lebaran, dapat mengangkut penumpang dalam jumlah yang lebih banyak.

Permohonan izin insidentil itu mereka ajukan ke Dishub menyusul naiknya permintaan dari konsumen untuk jenis bus tertentu. “Biasanya karena permintaan dari konsumen untuk bus kelas eksekutif atau VIP naik, sehingga dengan mengantongi izin tersebut bus bisa mengangkut penumpang dalam jumlah yang lebih banyak karena bus bisa beroperasi di luar izin trayek yang dimilikinya,” terang Yosca ketika ditemui wartawan di Balaikota Solo, Rabu (8/9).

Namun dikatakan Yosca, pihaknya terpaksa menahan dulu untuk tidak menerbitkan izin tersebut dengan pertimbangan hingga saat ini masih banyak bus yang belum digunakan secara optimal. Dijelaskan Yosca, izin insidentil di luar trayek resmi bagi armada angkutan itu biasanya diterbitkan guna mengantisipasi kepadatan penumpang saat arus mudik Lebaran. Wewenang penerbitan izin insidentil tersebut akan dikeluarkan oleh kepala terminal atau pejabat setingkat lainnya dengan mempertimbangkan kebutuhan penumpang untuk daerah tujuan tertentu.

sry

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…