Rabu, 8 September 2010 09:15 WIB Internasional Share :

AS
Pembakar Alquran sama dengan teroris 11/9

Florida— Pemerintah Amerika Serikat (AS) menentang rencana seorang pemimpin sekte kecil di Florida untuk menggalang aksi membakar kitab suci Alquran pada 11 September mendatang. Tindakan itu dipandang sebagai perbuatan yang tidak mencerminkan sikap dan nilai-nilai Bangsa Amerika, dan bahkan sama tercelanya dengan aksi para teroris pelaku Tragedi 11 September 2001.

Demikian dinyatakan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, PJ Crowley, Selasa (7/9) waktu setempat. Dia berharap makin banyak warga Amerika yang menolak dan menentang rencana Terry Jones dari Dove World Outreach Center, yang dapat menyulut kemarahan umat Muslim sedunia.

“Kami melihat aksi itu adalah tindakan yang provokatif. Kami harapkan makin banyak warga Amerika yang bangkit dan berkata bahwa perbuatan itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Amerika. Tindakan itu memang bukan layaknya perbuatan orang Amerika,” kata Crowley.

Menurut dia, itu bukan caranya orang Amerika memperingati Tragedi 11 September 2001, seperti yang diklaim Jones. “Perbuatan [membakar Alquran] itu sama dengan aksi para radikal dan jahanam yang menyerang kita pada 11 September 2001,” kata Crowley.

Para umat dan pemuka agama Kristen, Islam serta Yahudi di AS telah menyatakan penolakan mereka atas rencana pembakaran Quran itu. Dari kantor Presiden Barack Obama, juru bicara Robert Gibbs juga mengecam rencana itu. Menurut Gibbs, aksi itu bakal dimanfaatkan para ekstrimis untuk menyulut kemarahan publik sekaligus membenarkan kekerasan.

“Kegiatan seperti itu juga bakal mengancam keberadaan pasukan kita dan ini akan menjadi perhatian pemerintah,” kata Gibbs. Dia merujuk kepada pernyataan panglima militer AS di Afganistan bahwa rencana pembakaran Alquran bisa mengancam pasukannya di negeri itu.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…