Selasa, 7 September 2010 10:21 WIB News Share :

SBY tak perlu tanggapi kritik Kolonel Adjie

Jakarta--Direktur Eksekutif Institute For Defense Security and Peace Studies (IDSPS) Mufti Makarim menilai kritik yang dilontarkan Kolonel TNI AU Adjie Suradji masih wajar. Karenanya Presiden SBY tak perlu menanggapinya secara berlebihan.

“Janganlah kritik ini ditanggapi Presiden secara berlebihan,” ujar Mufti, di Jakarta, Selasa (7/9).

Kritik Kolonel Adjie itu, sambungnya, harus dijadikan bahan introspeksi diri bagi pemerintah.  “Jadi Presiden harus mengambil langkah yang lebih bijak,” katanya.

Ia juga mengatakan, tak semua kritik yang dilontarkan adalah suatu kebenaran. Tapi kritik itu adalah suatu harapan yang lebih baik. “Jadi ini masih pada langkah yang wajar. Di beberapa negara militer bisa melakukan kudeta,” ujarnya.

Kolonel Adjie menulis opini berjudul ‘Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan’ di halaman opini harian Kompas yang mengkritik kepemimpinan Presiden SBY. Adjie menguraikan mengenai seorang pemimpin ideal dengan upaya pemberantasan korupsi yang tak kunjung tuntas. Dia menulis Indonesia sudah dipimpin oleh 5 presiden yang masing-masing mempunyai ciri kepemimpinan tersendiri.

“Namun sayang hingga presiden keenam (SBY) ada hal yang buruk yang belum berubah yaitu perilaku korup para elite negeri. Akankan korupsi menjadi warisan abadi? Saatnya SBY menjawab,” tulis Adjie.

inilah/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…