Selasa, 7 September 2010 12:51 WIB News Share :

Sakit,Yusril & Hartono tak penuhi panggilan Kejagung

Jakarta–Dua orang tersangka korupsi Sisminbakum, Yusril Ihza Mahendra dan Hartono Tanoesoedibjo tidak bisa hadir ke Kejaksaan Agung. Mereka berdua mengaku sakit dan meminta pemeriksaan ditunda hingga seusai Lebaran.

“Pak Yusril tidak bisa hadir karena sedang menjalani operasi mulut dan gigi. Ada masalah di gigi beliau. Sehingga beliau tidak menjalani pemeriksan sebagai saksi untuk Pak Hartono,” kata Pengacara Yusril, Maqdir Ismail, di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (7/9).

Maqdir menyatakan Yusril dirawat di RS MMC, Tebet. Ia pun meminta agar pemeriksaan kliennya bisa ditunda hingga 21 September mendatang. “Bagaimana pun masih ada suasana Idul Fitri dan Pak Yusril memerlukan waktu untuk melakukan proses,” katanya.

Maqdir menjelaskan telah menyerahkan surat dokter mengenai kondisi Yusril tersebut. “Kita sudah serahkan surat dokternya,” katanya.

Selain Yusril, sakit juga menyerang tersangka Hartono Tanoesoedibjo. Andy Simangunsong, pengacara Hartono, menyatakan kondisi kesehatan kliennya memburuk sehingga tidak bisa menjalani pemeriksaan.

“Tadi kita sampaikan surat keterangan dokter dan juga kita lampirkan surat kereterangan rumah sakit yang menyatakan Pak Hartono belum bisa menghadiri pemeriksaan hari ini,” ujarnya.

Andy tidak menyebutkan penyakit apa yang diderita Hartono. Menurutnya Hartono akan menghadiri pemeriksaan setelah Idul Fitri.

“Pokoknya itu istilah medis. Kita sudah lampirkan surat keterangan dokter yang isinya disuruh istirahat sampai Lebaran,” katanya.

Sebelumnya, Kejagung merencanakan memanggil Yusril dan Hartono. Mereka akan dijadikan saksi terhadap satu sama lain. “Hartono kita panggil sebagai saksi untuk Yusril. Yusril kita panggil sebagai saksi untuk Hartono,” jelas Direktur Penyidikan pada Jampidsus Arminsyah.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…