Selasa, 7 September 2010 20:49 WIB Info Mudik,Solo Share :

Arus mudik melalui kereta kian memuncak

Solo (Espos)--Peningkatan arus mudik di Stasiun Purwosari dan Solo Balapan terlihat semakin memuncak pada H-3, Selasa (7/9).

Hal ini terlihat dari jumlah penumpang datang baik dari Bandung maupun Jakarta ke Solo terus mengalami peningkatan. Begitu pula arus mudik dari Solo menuju luar kota. Kemarin, kurang lebih 90 penumpang KA ekonomi Pasundan pukul 11.40 WIB di Stasiun Purwosari sempat tidak terangkut, lantaran KA relasi Surabaya-Bandung tersebut sudah penuh dari arah timur termasuk dari Stasiun Jebres Solo.

“Karena dari Jebres sudah penuh, dan hanya beberapa penumpang saja yang bisa naik, maka kami sarankan agar penumpang tidak memaksakan diri untuk naik dan menunggu Pasundan Lebaran yang datang pukul 12.42 WIB,” tutur Staf Kepala Stasiun Purwosari, Jaka Mulyana, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya.

Dari pantauan Espos, penumpang KA Pasundan reguler terlihat berjubel dan banyak yang berdiri dekat dengan pintu kereta. Salah satu pemudik asal Bandung, Wiwin, 43, mengatakan rela menunggu kedatangan KA Pasundan ekstra Lebaran asal perjalanan bisa lebih aman.

Senada disampaikan Supriyanto, 40, yang akhirnya juga harus bersabar menunggu kedatangan kereta ekstra Lebaran, meskipun untuk kedatangan kereta tersebut juga belum bisa dipastikan, terlambat atau tepat waktu. “Kalau bisa pelayanan KA ini bisa diperbaiki lagi, agar penumpang juga tidak merasa keteteran karena tidak bisa terangkut,” tutur Supriyanto, pemudik asal Tasik, Jawa Barat.

Sementara itu, untuk kedatangan pemudik dari Jakarta maupun Bandung melalui kereta ekonomi, disampaikan Jaka kerap mengalami kendala keterlambatan. Seperti Senja Bengawan Jakarta-Solo yang semestinya tiba di Stasiun Purwosari pukul 06.57 WIB, Selasa baru tiba pukul 09.06 WIB. Atau terlambat hampir dua jam. Padahal, kereta tersebut kemarin membawa pemudik mencapai kisaran angka 400 orang. Sementara itu, untuk Senja Bengawan ekstra Lebaran kemarin batal dijalankan.

“Keterlambatan ini kerap terjadi karena pada situasi ramai tentu untuk loading penumpang naik dan turun akan lebih lama. Idealnya memang hanya 3 menit, tapi pada situsi ramai, kereta bisa berhenti di satu stasiun berkisar lima hingga sepuluh menit. Sehingga wajar jika ada keterlambatan kedatangan.”

Sementara, di Stasiun Solo Balapan, peningkatan penumpang datang juga terus terjadi. Meskipun, secara kumulatif penumpang datang hingga H-4 pada musim Lebaran tahun ini jauh lebih kecil dibandingkan H-4 Lebaran tahun lalu. Hingga H-4, total jumlah penumpang datang melalui Stasiun Solo Balapan baru mencapai 11.989 orang.

“Tahun lalu, pada H-4 sudah mencapai 17.000-an orang. Hal ini belum berarti bahwa jumlah pemudik via kereta api turun, tetapi juga dipengaruhi oleh jatuhnya hari libur,” tutur Wakil Kepala Stasiun Solo Balapan, Suyatno.

haw

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…