Senin, 6 September 2010 08:42 WIB Internasional Share :

Vatikan coba selamatkan janda dari hukum rajam

Vatikan— Otoritas Gereja Katolik Roma di Vatikan turut bersimpati atas nasib seorang perempuan di Iran yang menanti hukum rajam. Maka, lewat diplomasi, Vatikan berupaya membujuk pihak berwenang Iran untuk meringankan vonis bagi terpidana agar terhindar dari hukuman brutal itu.

Demikian juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, Minggu (5/9). Dia menanggapi nasib yang dialami perempuan bernama Sakineh Mohammadi Ashtiani. Janda dua anak itu divonis hukum rajam pada 2006 atas kasus perzinahan. Pada Juli lalu otoritas Iran menunda eksekusi, namun hukuman bagi Ashtiani tidak berubah.

Putra Ashtinani, Sajad, mengaku kepada kantor berita Italia, Adnkronos, bahwa dia telah memohon Kepala Gereja Katolik Roma, Paus Benediktus XVI, dan Italia agar berupaya membantu ibunya terhindar dari eksekusi rajam.

Namun, Lombardi mengaku bahwa Vatikan tidak menerima permohonan secara resmi. Kendati demikian, Paus (Tahta Suci) mengikuti kasus itu.

Lombardi juga mengisyaratkan bahwa Vatikan kemungkinan menerapkan pendekatan diplomasi untuk menyelamatkan Ashtiani. Namun, langkah itu tampaknya tidak dilakukan secara terbuka.

“Saat Tahta Suci diminta, dengan cara yang patut, untuk turun tangan dalam isu-isu kemanusiaan dengan pihak berwenang di negara-negara lain – seperti yang sering terjadi di masa lalu – maka langkah itu tidak dilakukan di depan umum, melainkan melalui saluran-saluran diplomatik,” demikian pernyataan Lombardi.

Vatikan pun menyatakan bahwa rajam merupakan hukuman berat yang brutal. Hukuman itu berupa melempar batu ke arah terpidana hingga mati. Pada dasarnya, menurut Lombardi, Vatikan menentang hukuman mati dalam bentuk apapun.

vivanews/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…