Senin, 6 September 2010 19:03 WIB Solo Share :

SPII gelar aksi di halaman Polresta Solo

Solo (Espos)–Puluhan anggota Solidaritas Pemuda Islam Indonesia (SPII) Solo menggelar aksi di Mapolrsta Solo, Senin (6/9) pukul 13.30 WIB. Dalam aksi tersebut, mereka mendesak polisi mengusut tuntas kasus di Buol, Sulteng akhir Agustus lalu.

Berdasarkan pantauan Espos di lapangan, dalam melaksanakan aksi mereka, sejumlah anggota SPII juga membawa dua keranda mayat sebagai simbol kematian penegakan keadilan. Ke depan, diharapkan aparat penegak hukum dapat segera memproses keterlibatan oknum aparat dalam penembakan warga sipil tersebut.

Sebagaimana diketahui dalam peristiwa berdarah tersebut, terdapat delapan korban tewas, di antaranya Amran S Abjalu, 18, Ridwan, 23, Herman, 23, Muslimin, 25, Rohsid Jufri, 41, Saktiawan Kapuung, 39, dan Supriyadi, 26. o. Perwakilan demonstran ditemui langsung oleh Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana dan Wakapolresta Solo, AKBP A Marhaendra.

“Pada kesempatan ini, kami menyesalkan kebrutalan aparat yang langsung menembak mati. Di sisi lain, juga mengharapkan tim pencari fakta agar melibatkan Komnas HAM untuk mendapatkan data yang obyektif,” jelas Ketua SPII, Yusuf Suparno di sela-sela pertemuan berlangsung.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus di Buol semoga dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Hal itu penting dilakukan guna menghindari terjadinya konflik horizontal. “Kami berharap juga agar Kapolri tidak perlu mencari kambing hitam kepada warga sipil,” kata dia.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana menjanjikan akan menyampaikan seluruh aspirasi para pendemo ke Mabes Polri. Di samping itu, dirinya meminta kepada seluruh elemen masyarakat di Solo agar tetap menjaga kondusivitas di Kota Bengawan. “Secara pribadi, saya juga turut prihatin dengan adanya kejadian itu,” ulas dia.

pso

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…