Senin, 6 September 2010 15:00 WIB Issue Share :

Rida eks 'RSD' garap musik Islami

Jakarta–Mantan personel RSD, Rida Farida, menyatakan kerinduannya kembali ke dunia tarik suara. Ia pun kembali. Sebagai awal, Rida ikut tergabung di grup musik iHAQi Nasyid Project dengan menyanyikan lagu bernafaskan Islami.

Rida mengaku tidak banyak mikir saat ditawari Erick Yusuf dan Baron ‘Baron n Soulmate’ untuk bergabung ke dalam grup musik yang diberinama iHAQi Nasyid Project itu. Kebetulan Rida juga kenal dengan para personel iHAQi Nasyid Project lainnya seperti, Erick Yusuf, Danny ‘Java Jive’ dan Zaki.

“Saya emang belum punya lagu religi dan kebetulan diajak, saya nggak pakai pikir macem-macem lagi, yah saya mau aja. Kebetulan saya kenal dan tahu banget sama orang-orang yang terlibat di sini. Jadi saya nggak pakai pikir-pikir panjang untuk ikutan, kangen juga untuk nyanyi,” kata Rida saat ditemui bersama personel iHAQi Nasyid Project di TIM Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/9) malam.

Baron menceritakan keterlibatannya dalam grup musik Islami itu. Di iHAQi Nasyid Project, Baron tidak ikut menciptakan lagu, tapi hanya mengaramansemen lagu saja.

“Nasyid itu sering kali dicap bertumpu aransemen Timur Tengah, ketika orang yang ada bilang jazz itu dari barat. Tapi kita ingin buktikan musik itu luas dan bisa dikawinkan dengan musik lain. Intinya kita jangan mempersalahkan instrumentasinya karena di sini kita bisa padupadankan dengan jazz, ada samba, dan lain-lain,” papar Baron.

Debut lagu iHAQi Nasyid Project berjudul Astagfirullah. Lagu tersebut diharapkam bisa memberikan warna baru di dunia musik Islami.

“iHAQi yang diprakarsai oleh Erick Yusuf mencoba berdakwah lewat lantunan nada dan bait-bait puisi dia yang dijadikan lagu. Ini pembuatannya relatif cepat. Alhamdulilah mini album ‘iHAQi Nasyid Project’. Album ini bertujuan untuk memberikan alternatif format Nasyid di masyarakat agar lebih berwarna,” tutur personel iHAQi Nasyid Project lain, Danny ‘Java Jive’.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…