Senin, 6 September 2010 16:16 WIB Sragen Share :

Ratusan ikan di WKO mendadak mati

Sragen (Espos)–Ratusan ekor ikan di Waduk Kedung Ombo (WKO) mendadak mati di perairan sebelah Dukuh Pungkruk, Desa Doyong, Kecamatan Miri, Sabtu (4/9). Warga setempat menduga ikan mati lantaran ada orang yang membuang limbah di lokasi.
Hal itu ditengarahi dari munculnya cairan berwarna kehitaman kental di permukaan air waduk. Warga setempat, Trimo mengungkapkan warga pertama kali melihat ratusan ikan menggelepar di permukaan air dekat dengan daratan pada Jumat (3/9) malam.

Perairan tempat ratusan ikan mati memanjang sekitar 500 meter. Selanjutnya, pada Sabtu pagi, puluhan warga ramai-ramai menjaring ikan. “Ada banyak sekali ikan di pinggir waduk. Ada yang mati, hampir mati, lemas. Ikan kecil maupun yang sudah besar. Saya sendiri dapat 30 kilogram (kg), ada yang 1 kg,” papar Trimo, saat ditemui Espos, di kediamannya, Senin (6/9).

Terkait penyebab kematian ikan, Trimo menyatakan tidak ada pihak yang tahu persis. Namun, warga, kata dia, menduga ada orang tak bertanggung jawab yang sengaja membuang limbah ke waduk. Trimo mengaku melihat cairan kental seperti susu yang berwarna kehitaman.

Cairan kental tersebut terlihat bersamaan dengan munculnya ratusan ikan hampir mati di permukaan tepi perairan. Sayangnya, pada Minggu (5/9) cairan yang mencurigakan itu telah menghilang tersapu gelombang air.

Lurah Doyong, Yuanto, ditemui terpisah, membenarkan kejadian matinya ikan-ikan di perairan WKO yang masuk wilayah Desa Doyong. Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya dari warga, muncul dugaan ikan mati lantaran adanya limbah.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Peternakan dan Perikanan Kecamatan Miri, Margono mengakui adanya kabar tersebut. Namun, sejauh ini dia belum dapat memastikan penyebabnya, termasuk kemungkinan memburuknya kondisi ikan disebabkan air limbah.

tsa

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…