Senin, 6 September 2010 20:23 WIB Sukoharjo Share :

Prihatin kondisi bangsa, BEM UMS dan UNS gelar aksi

Sukoharjo (Espos)–Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan aksi di pertigaan gerbang UMS, Sukoharjo, Senin (6/9). Pada hari yang sama, BEM Universitas Sebelas Maret (UNS) juga menggelar aksi di boulevard UNS.

Aksi yang dilakukan oleh BEM UMS diawali dengan aksi diam. Peserta aksi menutup mulutnya dengan plester sambil berjalan menuju pertigaan gerbang UMS. Mereka membawa spanduk dan poster berisi suara keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi bangsa. Tulisan itu di antaranya berisi pesan tegakkan politik luar negeri, tolak utang luar negeri, tolak rezim neolib SBY, saatnya rakyat bergerak rebut kedaulatan, kami tidak butuh wakil rakyat yang mementingkan perut mereka sendiri.

Setelah duduk, mereka membaca Alquran Surat Al Fatihah, Surat Yasin, doa dan pembacaan pernyataan sikap oleh koordinator lapangan, Akmal Muhibbin.

Dalam orasinya, secara tegas Akmal mengungkapkan BEM UMS menolak rezim neolib Susilo Bambang Yudhoyono dan menuntut agar pemimpin bangsa ini menegakkan kemandirian bangsa, menegakkan politik luar negeri yang tegas untuk memperkuat kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia dan menghapus regulasi-regulasi yang menciderai UUD 1945. “Kemandirian akan membawa negara untuk tidak tunduk pada kekuatan negara adikuasa, tetapi melepaskan ketergantungannya. Kemandirian mendorong tumbuh dan berkembangnya ekonomi rakyat, sehingga pemerintah harus memberi perlindungan dan rangsangan untuk memacu pertumbuhannya,” jelasnya.

Sementara aksi yang dilakukan BEM UNS, diikuti sekitar 20 mahasiswa. Mereka meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta maaf kepada rakyat. Koordinator lapangan, Arif Satriantoro, menyebutkan carut marutnya kondisi bangsa ini merupakan dosa-dosa politik dari para elit politik negeri ini. Sehingga SBY selaku pemimpin negeri dan elit politik lainnya, termasuk DPR, seharusnya meminta maaf kepada rakyat atas kealaian mereka menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepada rakyat.

Dalam aksi kali ini, mahasiswa juga melakukan aksi tearrikal yang menggambarkan kondisi bangsa ini. “Yang dibutuhkan oleh rakyat bukanlah citra tapi hati pemimpin yang peduli terhadap rakyatnya,” terangnya.

ewt

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…