Senin, 6 September 2010 10:23 WIB News Share :

PPP
Batalkan, pembangunan gedung baru DPR

Jakarta–Satu demi satu fraksi di DPR meminta pembangunan gedung baru DPR ditunda. Kritik masyarakat yang kian keras terhadap fasilitas mewah wakil rakyat membuat PPP ingin pembangunan gedung setinggi 36 lantai tersebut dibatalkan saja.

“PPP meminta agar pembangunan gedung baru DPR dengan rancangan dan anggaran yang sudah terpublikasikan tersebut dibatalkan,” ujar Sekretaris FPPP DPR M Romahurmuzy, Senin (6/9).

Romi menuturkan, anggaran yang dirancang sebanyak tiga tahun anggaran dengan total biaya Rp 1,6 triliun terlalu berlebihan. Fasilitas yang dipersiapkan juga tidak sejalan dengan amanat rakyat.

“PPP juga memutuskan akan tetap menggunakan gedung lama,” tegas Romi.

Dalam hitungan Romi,  kebutuhan tambahan luas untuk menampungi staf ahli hanya 64.000 m2. Sementara dalam draf rancangan gedung baru dibuat seluas 159.000 m2.

“Dengan asumsi harga standar bangunan Rp 5 juta/m2 berarti kebutuhan maksimum Rp 448 miliar.  Angka Rp 1,6 triliun  itu melukai perasaan rakyat, lebih baik digunakan untuk pengentasan kemiskinan dan pendidikan murah,” ujar politisi muda ini.

Menurut rencana, peletakan batu pertama pembangunan gedung baru DPR dilakukan pada Oktober. Setiap anggota nantinya akan memiliki ruang kerja seluas 120 m2, nyaris empat kali luas ruang sekarang yang 32 m2.

Salah satu lantai direncanakan memiliki kolam renang dan fasilitas spa, namun karena banyaknya kritik, Ketua DPR Marzuki Alie berjanji tidak akan membangun fasilitas itu.

PPP menambah panjang partai yang keberatan dengan pembangunan gedung baru. Sedangkan Partai Demokrat tetap mendukung.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…