Senin, 6 September 2010 18:18 WIB Hukum Share :

Pembunuhan berantai, Polresta Solo bentuk tim khusus

Solo (Espos)–Jajaran Polresta Solo membentuk tim khusus terkait rencana penyelidikan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Yulianto di salah satu rumah pengusaha terkenal di Solo, Hardono.

Sedianya, dalam waktu dekat polisi bakal memeriksa Hardono terkait tewasnya salah satu pembantu rumah tangga (PRT) yang pernah ikut dengannya sejak tahun 1996. “Kami sudah mendapatkan informasi bahwa ada dugaan salah satu lokasi pembunuhan si jagal dari Kartasura (Yulianto-red) berada di Solo. Karena berada di wilayah kami, otomatis akan kami telusuri lebih lanjut. Sejumlah nama akan kami mintai keterangan, termasuk Hardono. Hanya, soal waktu kami belum dapat menentukan,” tegas Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Senin (6/9).

Disinggung tentang sejauh mana pemeriksaan yang dilakukan Polresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana menerangkan hingga saat masih dalam tahap penyelidikan.  Sebelumnnya, pengusaha mebel terkenal asal Solo yang bermukim di Manahan, Hardono menyangkal keras penyebab kematian salah satu pembantunya bernama Siti meninggal dunia tahun 2003 akibat diracun Yulianto.

Pasalnya, saat kejadian dirinya bersama-sama polisi mengecek kondisi fisik korban dalam keadaan baik dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun bekas racun. “Sampai saat ini saya belum pernah mendapatkan panggilan dari polisi. Kalau memang ada panggilan resmi, tentunya saya akan mendukung langkah polisi,” kata dia.

pso

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…