Senin, 6 September 2010 20:11 WIB News Share :

Dituntut 4 tahun bui, Kompol Arafat minta JPU sekolah lagi

Jakarta-– Penyidik kasus pajak Gayus Tambunan, Kompol M Arafat Enanie, dituntut 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Atas tuntutan tersebut, Arafat merasa sangat berat.

“Berat bagi saya,” ujar Arafat usai sidang di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Senin (6/9).

Arafat mengaku heran dengan tuntutan tersebut. Sebab, keterangan yang dijadikan dasar tuntutan oleh JPU hanya berasal dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Aneh, BAP semua yang dijadikan dasar tuntutan. Tidak ada bukti selama persidangan tentang penerimaan suap. Semua saksi di bawah sumpah. Kalau di BAP kan tidak disumpah,” tegasnya.

Menurut Arafat, jika JPU masih menggunakan BAP sebagai dasar tuntutan, maka tidak perlu ada persidangan. Hakim tinggal mendengar tuntutan saja dan menerima BAP dari JPU.

“Ini menghabiskan waktu dan biaya, sepertinya jaksa harus sekolah dulu itu. Bagaimana jaksa menuntut dasarnya alat bukti (BAP),” tegasnya.

JPU sebelumnya menuntut Arafat dengan pidana penjara 4 tahun dikurangi masa tahanan dan membayar denda sebesar Rp 150 juta. JPU menjerat Arafat dengan Pasal 11 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 Jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Arafat didakwa menerima sejumlah uang selama menangani kasus dugaan korupsi dan pencucian uang senilai Rp 28 miliar yang menjerat Gayus Tambunan.

Arafat juga didakwa menerima suap berupa Motor Harley Davidson type Ultra Classic dari Alif Kuncoro. Alif memberikan motor tersebut karena takut adiknya Imam Cahyo Maliki dijadikan tersangka oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri terkait aliran dana ke rekening Gayus.

dtc/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…