Senin, 6 September 2010 15:37 WIB Sragen Share :

Disoal, baliho tutupi pandangan pengguna jalan

Sragen (Espos)–Keberadaan baliho ukuran besar di perempatan Gemolong dan persimpangan Ngebuk, Miri disoal, lantaran dituding mengganggu pandangan pemakai jalan.

Di perempatan Gemolong, baliho ucapan selamat menunaikan ibadah puasa itu memuat gambar pasangan yang disebut-sebut bakal maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sragen 2011, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Darmawan Minto Basuki (Yuda).
Sedangkan di Ngebuk tampak baliho dari Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bambang Samekto. Disamping baliho tersebut ada pula deretan bendera Partai Demokrat.

Warga Desa Pantirejo, Gemolong, Pardiyanto mengatakan pengguna jalan seperti dirinya sangat terganggu dengan adanya pemasangan baliho yang tidak memperhatikan keamanan lingkungan. Seharusnya, kata dia, dinas terkait mengatur pemasangan baliho agar tidak mengganggu pemakai jalan.

“Baliho sebesar itu dipasang di persimpangan. Ini kan sangat merugikan pemakai jalan. Mau melihat ke sisi jalan yang lain jadi tidak bisa. Bagaimana kalau ada kecelakaan, siapa yang tanggung jawab, akhirnya masyarakat juga yang rugi,” ujar Pardiyanto, saat ditemui Espos, di lokasi setempat, Senin (6/9), sembari menambahkan pemasangan baliho telah dilakukan sejak sebulan lalu.

Hal senada, disampaikan warga Gemolong, Budi Purnomo. Menurut Budi, seharusnya baliho tidak dipasang persis di persimpangan. Pasalnya, pemasangan baliho di lokasi itu menutupi pandangan mata pemakai jalan.

Terkait pemasangan baliho yang kurang tepat tersebut, Camat Miri, Pudjiatmoko juga menilai terdapat sejumlah pihak yang tak tepat dalam memasang baliho dan bendera partai. Pemasangan baliho dan bendera partai yang terlalu dekat dengan perlintasan kereta api membuat pemakai jalan yang hendak melalui perlintasan kereta api Ngebuk dari Jl Solo-Purwodadi kesulitan. Pudjiatmoko berharap pihak-pihak tersebut menyadari dan segera memindah lokasi pemasangan baliho dan bendera.

“Pasang apapun tidak masalah, asal tidak terlalu dekat. Coba sedikit jauh, itu tidak akan mengganggu pemakai jalan. Yang sekarang tidak tepar, apalagi pada saat arus mudik Lebaran seperti saat ini,” tandas Pudjiatmoko.

tsa

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…