Minggu, 5 September 2010 19:23 WIB Boyolali Share :

Polisi periksa empat pelaku balapan liar di Banyudono

Boyolali (Espos)–Jajaran Polsek Banyudono, Boyolali berhasil mengamankan sembilan motor yang diduga akan digunakan untuk balapan liar di jalan alternatif Bangak-Pengging, tepatnya di sebelah timur SMA 1 Banyudono, Minggu (5/9), sekitar pukul 12.30 WIB.

Selain itu, polisi juga mengamankan dua mobil yang ikut serta dalam ajang balapan liar tersebut. Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Banyudono AKP AA Gede Oka mengatakan pengungkapan balapan liar atas laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan aksi balapan tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas langsung melakukan penggerebekan aksi balapan liar itu.

“Saat penggerebekan itu, kami mengamankan sembilan motor yang akan digunakan. Dua motor diantaranya sudah dimodifikasi untuk balapan,” ujarnya kepada wartawan di Mapolsek Banyudono, Minggu.

Ditambahkan Kapolsek, selain motor, pihaknya juga mengamankan mobil pikap Mitsubishi T120 Nopol AD 1948 HV yang digunakan untuk mengangkut motor dan mobil Avanza warna biru Nopol AD 8625 BU. Diduga, kedua mobil itu juga bagian dari kegiatan balapan liar.

Kapolsek mengatakan selain barang bukti yang berhasil diamankan, pihaknya juga memeriksa empat orang yang ikut dalam balapan itu. Keempat orang itu masing-masing Muhammad Syarif, warga Pagelaran, Kartasura; Thohari, warga Klewer, Sraten, Gatak, Sukoharjo; Heri Kurniawan, Sanggung, Gatak, Sukoharjo dan Joko Suharto, Blumbangrejo, Kartasura. Di samping empat orang, polisi juga memeriksa dua orang yang diduga joki balapan, yakni Dehani Pamoengkas, 19, warga Wirogunan, Kartasura dan Andi, 19, warga Gatak, Delanggu, Klaten.

Sementara, kepada penyidik, Andi mengaku dirinya ditelepon pemilik motor yang bernama Sihono. “Saat ditelepon diminta untuk mencoba motor yang akan digunakan untuk balapan dengan bayaran Rp 50.000,” tandas dia.

Kapolsek menambahkan saat ini seluruh motor masih diamankan di Mapolsek Banyudono. Selain itu, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pelaku yang diduga akan melakukan balapan liar.

fid

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…