Minggu, 5 September 2010 15:32 WIB News Share :

Pelapor calo tiket KA masih rendah

Jakarta–Meski sudah diiming-imingi imbalan Rp 500 ribu, pelapor calo tiket kereta api (KA) masih tergolong rendah. Padahal, PT KAI menduga para calo tiket mudik lebaran masih beroperasi di sekitar stasiun kereta api.

“Atas laporan masyarakat baru satu orang. Lainnya pengembangan polisi dan petugas,” ujar Kepala Humas Daerah Operasional I Jakarta, Mateta Rizalul Haq, di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (5/9).

Menurutnya memang keberadaan calo tahun ini sebenarnya relatif jauh berkurang dibanding mudik lebaran tahun-tahun sebelumnya. Para calo tersebut kini sudah tak berani lagi beroperasi di sekitar stasiun Gambir sebab ketatnya razia yang polisi gelar. “Sudah sembilan yang kita tangkap, di luar (stasiun) semua,” tukasnya.

Sementara itu, dari sembilan calo tiket yang ditangkap sejak H-30, PT KAI mendapatkan bandar tiket cukup besar. Kuat dugaaan si pelaku merupakan pemain lama. “Kita dapatkan 38 tiket dari tangannya, nilainya total kira-kira Rp 9 juta,” kata Mateta.

Pelaku ditangkap dua pekan lalu di Stasiun Juanda, Jakarta, dan saat ini telah diserahkan kepada polisi untuk diproses. Sementara pelaku lainnya rata-rata membawa 2-3 tiket. “Mereka menjualnya sampai 2 kali lipat dari harga tercantum di tiker,” ceritanya.

Modus pelaku, lanjut Mateta, biasanya memperoleh tiket dengan menyewa puluhan joki. Setiap joki diberi upah Rp 10 hingga Rp 20 ribu. “Dia (pelaku) bisa sewa 20 joki dengan rata-rata satu orang beli 4 tiket,” ungkapnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…