Sabtu, 4 September 2010 01:03 WIB Wonogiri Share :

Petani dihantui kecemasan kurang air

Wonogiri (Espos)–Petani di sebagian wilayah Selogiri dihantui kecemasan akan kekurangan air pada masa tanam (MT) III.

Kecemasan itu menyusul menyusul segera ditutupnya pintu air Bendung Dam Colo, 1 Oktober mendatang. Mereka meminta penutupan rutin itu diundur minimal tujuh hari agar mereka bisa panen.

Pantauan Espos, para petani di empat desa yang mendapat pasokan air dari saluran induk Dam Colo, meliputi Sendangijo, Nambangan, Jaten dan Pule, sudah selesai menanami lahan mereka pada akhir Juli lalu.

Sejauh ini, lahan mereka masih aman. Belum ada tanda-tanda serangan hama wereng seperti pada MT II lalu. Namun, kini mereka cemas karena Dam Colo akan ditutup pada 1 Oktober mendatang untuk pemeliharaan rutin.

“Ini sebenarnya hal yang biasa kami hadapi, setiap MT III pasti berhadapan dengan penutupan Bendung Colo. Kami berharap untuk tahun ini ada kelonggaran, penutupan itu bisa diundur minimal tujuh hari,” ujar Sekretaris Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Selogiri, Purwanto kepada Espos, Jumat (3/9).

Terpisah, anggota DPRD dari wilayah Selogiri, Samino juga mengatakan hal senada. Menurut Samino, para petani di wilayah yang mendapat aliran air dari Dam Colo baru selesai tanam akhir Juli lalu, sehingga diperkirakan baru akan panen pada pekan ketiga Oktober.

shs

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…