Sabtu, 4 September 2010 17:03 WIB News Share :

Logika kolam renang di DPR tak masuk akal

Jakarta–Atas alasan untuk memadamkan kebakaran, kolam renang pun dibutuhkan di gedung baru DPR.

Tetapi logika seperti itu justru dinilai hanya mengada-ngada. DPR membuat argumen yang tidak masuk akal.

“Apa ada hubungan kolam renang bisa memudahkan pemadaman kebakaran? Ini tidak logis, kalau mau membantu bisa membangun shelter alat pemadam di sekitar kawasan DPR. Justru itu bisa membantu untuk gedung-gedung yang lain,” kata Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) UGM, Zaenal Arifin Muchtar saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/9).

Menurut dia, jawaban seperti itu kolam renang untuk memudahkan pemadaman hanya dibuat-buat saja, dan terkesan sebagai alasan yang dipaksakan.

“Itu semakin membuktikan ada apa-apa dalam pembangunan gedung Rp 1,6 triliun itu,” tambahnya.

Pembangunan gedung itu, lanjut Zaenal, sudah sepantasnya dibatalkan. Ketua partai harus mendorong agar kadernya menolak rencana itu.

“Di tengah prestasi DPR yang kerap bolos, tunggakan RUU dan lainnya apa pantas? Kalau soal gedung yang lama miring itu mengada-ngada. Patut dicatat ada apa di balik kengototan pembangunan gedung ini,” tutupnya.

Sebelumnya Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Michael Wattimena, dalam diskusi Radio Trijaya di Warung Daun Cikini, Jakpus pagi tadi menuturkan bahwa salah satu fasilitas mewah yakni kolam renang, dipercaya bisa berfungsi ganda memadamkan kebakaran.

“Ini bukan untuk exercise. Menurut arsitek, pool yang terletak di lantai 36 (paling atas) bisa membantu kalau ada kebakaran. Kalau pemadam biasanya baru datang 1 sampai 2 jam, ini bisa langsung digunakan untuk memadamkan,” ujar Michael.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…