Sabtu, 4 September 2010 20:53 WIB Klaten Share :

Konvoi pendukung incumbent bentrok dengan warga

Klaten (Espos)–Bentrokan antara warga dengan massa pendukung incumbent meletus di Kecamatan Bayat Klaten, Sabtu (4/9).

Sedikitnya tiga massa pendukung incumbent mengalami luka robek di kepalanya, lengannya, serta sekujur tubuhnya lantaran terkena sabetan senjata tajam dan benda tumpul.

Ketua Panwas Klaten, Suharno mengungkapkan, korban dari pendukung <I>incumbent<I> adalah Agus, warga Kalikebo Trucuk yang mengalami luka memar terkena pukulan benda tumpul.

“Saat ini, dia sedang dalam perawatan di klinik,” katanya.

Korban kedua ialah Parno, warga Wiro Bayat yang mengalami luka robek di kepalanya dengan sepuluh jahitan. Sedangkan, korban ketiga ialah Kisdi warga Wiro Bayat mengalami luka di salah satu lengannya terkena sabetan pedang.

“Parno dan Kisdi sudah diperbolehkan pulang,” paparnya.

Sementara itu, salah satu warga Bayat, Margono yang mengetahui kejadian menceritakan kepada Espos bahwa bentrokan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Saat itu, massa pendukung yang hanya berjumlah tujuh orang menggelar konvoi dengan melepas sarangan knalpot hingga menimbulkan kebisingan dan memekakkan telinga.
Memasuki Desa Wiro Kecamatan Bayat, sejumlah warga menghadang dan mencoba mengingatkan massa agar tak memasuki desa mereka. Namun, imbauan itu rupanya awal mula petaka bentrokan meletus.

“Warga yang menghadang sudah bersenjata golok, pentungan, dan pedang. Dan massa pendukung Pak Narno dihajar babak belur. Sebagian kabur ke sawah,” katanya.

Insiden yang menggegerkan warga tersebut lekas tersiar ke mana-mana termasuk ke massa pendukung incumbent. Tak seberapa lama, massa pendukung incumbent dengan jumlah yang jauh lebih besar berdatangan dan berkumpul di lapangan Wino Bayat.

Namun, warga yang diduga dari pendukung pasangan Agus Winarno dan Sri Kertati rupanya telah bersiap menyambut kedatangan massa <I>incumbent<I> di posko Agus Winarno dan Sri Kertati Desa Wiro Bayat, lengkap dengan senjata tajam dan pentungan.
“Kedua massa sempat bersitegang dan nyaris terjadi bentrokan jilid dua. Beruntung, aparat kepolisian dari Dalmas tiba satu truk,” jelasnya.

Aparat yang datang langsung membubarkan kedua belah massa yang bersitegang. Sekitar pukul 16.30 WIB massa dari kedua belah pihak berhasil dibubarkan aparat.

Untuk mengantisipasi aksi balas dendam, kata Margono, aparat terus disiagakan di lokasi tersebut.

asa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…