Sabtu, 4 September 2010 14:13 WIB News Share :

IAI minta DPR tunda proyek gedung baru

Jakarta–Protes yang ramai didengungkan masyarakat soal rencana pembangunan gedung baru DPR dinilai menggambarkan bahwa tata cara pelaksanaan proyek belum dilakukan dengan baik.

DPR pun diminta menunda proyek ini agar protes tidak terus terjadi.

“Penundaan dilakukan dengan tujuan mengkaji ulang untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih dapat diterima. Bahan kajian yang paling utama adalah dasar-dasar perencanaan yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja,” kata Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Endy Subijono kepada detikcom, Sabtu (4/9).

DPR harus memiliki alasan yang sudah teruji mengenai rencana pembangunan gedung baru tersebut. Misalnya saja, apakah alasan penambahan ruang yang selama ini selalu disebutkan sudah diuji dan dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.

“Proyek ini kan dibiayai oleh negara, jadi itu harus teruji oleh publik,” kata Endy.

Endy tidak ingin proyek ini akan digugat oleh masyarakat. Karena sebelumnya, sejumlah proyek seperti Pusat Informasi Majapahit di Trowulan, bangunan sekolah yang rusak sebelum waktunya, dan bangunan publik seperti pasar tradisional.

Apalagi, gedung DPR merupakan salah satu ikon Indonesia. Tentu saja, perhatian rakyat untuk proyek ini lebih besar dari pada gedung-gedung lainnya.

“Pembangunan gedung baru DPR mempunyai dampak yang luar biasa. Proyek besar seperti ini tentu menuntut perencanaan dan perancangan yang transparan, lebih dari sekadar perancangan gedung publik biasa,” kata Endy.

dtc/nad

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…