Sabtu, 4 September 2010 21:29 WIB News Share :

Angkutan Lebaran maksimal naikkan tarif 20 persen

Semarang--Angkutan Lebaran tahun ini diimbau tidak menaikkan tarif semaunya, akan tetapi maksimal kenaikan tarif itu hanya 20 persen.

“Kalaupun ingin menaikkan tarif karena ramai, maksimal 20 persen,” kata Kepala UPTD Terminal Bawen, Kabupaten Semarang, Dwi Riyanto di Ungaran, Sabtu (4/9).

Aturan maksimal menaikkan tarif 20 persen tersebut sesuai dengan peraturan Dirjen hubungan Darat No. SK.186/PR.301/DJPD/2009 Tentang Tarif Jarak Batas Atas dan Jarak Batas Bawah angkutan penumpang bus AKAP dan mobil bus umum kelas ekonomi.

Dwi menegaskan bahwa jika ditemukan angkutan yang menaikkan tarifnya melebihi 20 persen, maka akan ditindak tegas. Tahun 2009, ditemukan ada angkutan yang menaikkan tarif hingga 50 persen.

Untuk mengetahui apakah melebihi 20 persen tidaknya, angkutan Lebaran diimbau memasang atau menunjukkan daftar tarif agar penumpang mempunyai acuan yang jelas.

Ia mengimbau agar pengumuman tentangĀ  besaran tarif yang berlaku juga ditempelkan di tempat-tempat yang mudah terlihat oleh calon penumpang pada loket (agen) di terminal, pool, atau agen serta di dalam bus sesuai dengan asal dan tujuan perjalanan.

“Angkutan juga harus ditempelkan stiker tulisan standar pelayanan, seperti bus jenis ekonomi, bisnis, eksekutif, atau super eksekutif, sekurang-kurangnya pada badan kendaraan sebelah kiri dekat pintu masuk agar mudah dibaca calon penumpang,” katanya.

Hingga H-6 Lebaran ini, kondisi penumpang di terminal Bawen belum mengalami kenaikan menyolok , karena jumlah penumpang yang datang maupun yang akan berangkat, masing-masing masih berkisar 600 orang per hari.

“Puncak kelonjakan penumpang saya perkirakan pada H-3 Lebaran seperti tahun 2009 lalu, dengan jumlah penumpang sekitar 10.000/hari,” katanya.

Menurut dia, kedatangan penumpang rata-rata dari Jakarta dan Sumatera, sedangkan penumpang yang akan berangkat, rata-rata menuju Surakarta dan Purwokerto Jawa Tengah.

ant/nad

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…