Jumat, 3 September 2010 23:14 WIB Sragen Share :

IR64 bakal tergeser di Sragen

Sragen (Espos)--Jenis padi IR64 yang selama ini ditanam hampir di wilayah Kabupaten Sragen bakal tergeser.

Pasalnya, Dinas Pertanian (Distan) Sragen mengembangkan padi varietas unggul Lupari I yang mampu panen kali keempat dalam satu tahun di tujuh hektare lahan pertanian di wilayah Kecamatan Gondang, Sragen pada tahun ini.

Kepala Distan Haryoto dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh) Sragen Budi Harjo bersama tim ahli bibit padi Distan dan anggota Komisi II DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto melakukan kunjungan ke areal lahan pertanian milik petani yang kali pertama mengembangkan jenis pagi Lupari I, Jumat (3/9).

Menurut Haryoto, produktivitas varietas unggul ini mampu melebihi produktivitas pagi jenis IR64.

“Selama ini padi IR 64 hanya mampu panen tiga kali selama satu tahun dengan produktivitas antara 8 ton-9,5 ton per hektare. Namun dengan varietas Lupari I ini, selian bisa panen sampai empat kali dalam setahun, padi ini juga mampu menghasilkan padi sebanyak 10 ton-12 ton per hektare. Keuntungannya lebih banyak, di samping umur tanamannya yang pendek, kualitas berasnya juga lebih baik dibandingkan IR64,” tegas Haryoto saat ditemui Espos Jumat di sela-sela tinjauan ke Gondang, Sragen.

trh

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…