Jumat, 3 September 2010 11:24 WIB News Share :

Geregetan, Pong ingin kembali 'beraksi' coreti gedung pajak

Jakarta–Jika diberi kesempatan mencoret-coret lagi, Pong Hardiatmo hanya akan menuliskan satu kata di depan kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Kata itu adalah ‘JUJUR’.

“Jujur saja soalnya yang ada hubungannya dengan uang pasti larinya ke kejujuran. Di sini Dirjennya sama Gayus saja kalah populer,” ujarnya saat ditemui di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/9) malam.

Pong menilai kinerja Ditjen Pajak masih belum masuk akal karena terlalu lambat dan kurang tegas dalam memberikan sanksi terhadap penduduk yang belum menyerahkan SPT.

“Pelayanannya agak tidak masuk akal, dari wakil rakyat saja untuk melaporkan pendapatan saja lelet. Ini sudah hampir setahun belum. Waktu tuh untuk lapor pendapatan. Kamu saya kasih setahun, kalau tidak lapor sekali, dua kali tidak lapor, diapain kek,” tegasnya.

Ditjen Pajak, lanjutnya tidak hanya perlu meningkatkan pelayanan, melainkan juga ‘menjemput bola’ alias mendatangi langsung para wajib pajak dan penunggak pajak.

“Jadi jangan hanya melayani tapi harus proaktif, jemput bola karena belum dihitung pajaknya, baru diminta melaporkan hasil pendapatan kayaknya belum beres semua. Belum lagi yang saya dengar Pak Aburizal Bakrie nunggak berapa, jangan hanya meleyani dengan baik, harus dikejar tuh, dijemput,” ujarnya.

Pong menilai masyarakat Indonesia sekarang sudah tidak seperti dulu yang ketika diperintah akan menurut saja.

“Jadi pajak juga begitu, kalau tingkatkan pelayanan tidak mungkin, karena kesadaran dan disiplin bagus kita sudah tidak kayak dulu lagi, tidak kayak orang desa yang nurut manut. Jadi harus jemput bola,” tegasnya.

Pong mengakui para artis sudah dijamin membayar pajak. Pasalnya, setiap penandatanganan kontrak maka sudah terpotong pajak. Permasalahannya, lanjut Pong, adalah apakah produser telah menyetorkan pajak para artis tersebut.

“Kalau artis tidak usah dipikirin, dia teken kontrak dah langsung potong pajak, jadi tidak masalah. Tinggal produser, dia nyetorin tidak pajak itu,” tandasnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…