Kamis, 2 September 2010 13:39 WIB Info Mudik,Sragen Share :

Polres Sragen siapkan 600 personel

Sragen (Espos)--Untuk mengawal arus mudik dan arus balik, jajaran Polres Sragen menyiapkan sekitar 600 personil yang diterjunkan ke lapangan.

Kapolres Sragen, AKBP Ida Bagus Putra Narendar mengatakan ke-600 personel itu akan melaksanakan pengaturan lalu lintas, siaga di titik-titik yang menjadi perhatian seperti titik rawan kejahatan dan kemacetan, serta mengamankan lokasi keramaian, seperti terminal dan stasiun.

“Daerah perbatasan juga menjadi perhatian kami. Karena itu ada satu pos pengamanan yang ditempatkan di Banaran, Sambungmacan. Disamping di tiga lokasi lain, yaitu di Gemolong, Grompol, dan Pilangsari,” tandas dia  saat ditemui wartawan, seusai memimpin Upacara Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2010, Polres Sragen, di markas setempat, Kamis (2/9).

Jajaran Polres Sragen yang mengawal arus mudik dan arus balik 2010 akan mewaspadai empat titik di Bumi Sukowati yang rawan kejahatan.

Empat titik tersebut yaitu sepanjang ring road, jalan perbatasan provinsi di Sambungmacan, Jl Solo-Sragen dan Jl Sragen-Ngawi.

Kapolres mengatakan empat titik itu menjadi perhatian jajarannya lantaran di lokasi tersebut kerap terjadi aksi kejahatan.

“Macam-macam. Pernah terjadi penipuan, sengaja menumpang truk tapi akhirnya menodong sopir dan menjarah barang berharga. Ini menjadi kewaspadaan kami, terutama selama arus mudik dan arus balik ini,” kata Kapolres.

Disamping titik rawan kejahatan, Polres juga mencatat tiga lokasi rawan kemacetan. Tiga lokasi dimaksud adalah perempatan Gemolong, dan dua titik penyempitan jalan di wilayah Sidoharjo dan kawasan kota menuju Terminal Pilangsari.

tsa

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…