Kamis, 2 September 2010 12:35 WIB News Share :

Polisi
Hidangan buka puasa mengandung racun tikus

Makassar–Delapan orang tewas usai acara buka puasa di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan tim Food Security Kedokteran Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), kue dadar yang disantap para korban mengandung racun tikus.

Ketua Tim Food Security Dokpol Polda Sulselbar, AKP dr Mauluddin Anwar, mengatakan pihaknya telah meneliti sampel makanan dan muntahan para korban. Hasilnya, ditemukan kadar racun Arsen melebihi 1,7 milligram per liter yang cukup mematikan. Kandungan arsen sebesar itu biasanya terdapat pada racun tikus atau hama yang biasa digunakan warga setempat.

“Masyarakat kita mengenal istilah racun Arsen dengan sebutan racun tikus atau racun untuk membasmi hama tanaman. Jenis racun ini akrab dengan kalangan petani di pedesaan,” jelas Mauluddin saat ditemui di sela-sela acara gelar pasukan Operasi Ketupat di Lapangan Karebosi, Makassar, Kamis (2/9).

Mauludin menduga, pemilik hajat atau orang yang memasak hidangan tersebut lalai sehingga racun tersebut bercampur dengan bahan makanan untuk membuat kue dadar. “Ini merupakan hasil pemeriksaan yang final,” ungkap Mauluddin.

Sebelumnya diberitakan, pesta jelang pernikahan ‘Naik Uang Mahar’ sekaligus buka puasa bersama di rumah Juherni, warga Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulsel berujung petaka. Sejumlah hadirin tiba-tiba mengeluh pusing, mual, dan kemudian muntah-muntah usai berbuka puasa.

Buntutnya sebanyak delapan orang, termasuk Juherni dan anaknya Masni, meninggal dunia. Polisi menduga para korban mengalami hal itu akibat memakan kue dadar yang telah terpapar racun.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…