Kamis, 2 September 2010 15:51 WIB Wonogiri Share :

Pemilik toko di Wonogiri coba tutupi label kadaluwarsa

Wonogiri (Espos)–Tim gabungan Pemkab dan Polres Wonogiri menemukan 98 produk makanan kedaluwarsa di salah satu toko sekitar Pasar Ngadirojo, dalam inspeksi mendadak (Sidak) menjelang Lebaran, Kamis (2/9).

Petugas Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan dan Polres Wonogiri, mencurigai adanya indikasi kesengajaan dari pemilik toko, karena tulisan kedaluwarsa di kemasan beberapa produk makanan sudah dicoret dan ditutup dengan tulisan lain menggunakan spidol. Petugas langsung mengambil produk makanan itu dan meletakkannya di lantai teras toko untuk didata.

Dari catatan petugas, total ada 98 bungkus makanan dan minuman berbagai jenis, merk dan kemasan yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa. Produk-produk itu terdiri atas 13 jenis mulai dari minuman ringan, kopi, susu bubuk, makanan ringan (snack), teh celup, hingga mi instan. Bahkan bubuk kopinya sebagian ada yang sudah menggumpal dan menjadi padat. Sebagian produk itu kemudian disita dan sebagian lagi dikembalikan dengan peringatan kepada pemilik toko agar tidak menjualnya.

Si pemilik toko, yang mengaku bernama Sri berjanji akan mengembalikan produk-produk itu ke produsen. “Ini sebenarnya sudah mau saya kembalikan, tapi tidak juga diambil,” ujar Sri berkelit.

Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UMKM, Supardi, yang memimpin Sidak kemarin, mengatakan sesuai wewenang, pihaknya hanya bisa memberikan peringatan dan pembinaan terhadap pemilik toko yang menjual produk kedaluwarsa itu. Namun, dia mengatakan akan terus memantau toko tersebut.

shs

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…