Kamis, 2 September 2010 23:44 WIB Klaten Share :

Pasangan incumbent seakan dihakimi

Klaten (Espos)--Debat pasangan calon bupati Klaten di Gedung Radio Siaran pemerintah Daerah (RSPD), Kamis (2/9) sore membuat pasangan incumbent, Sunarno-Sri Hartini seakan dihakimi dua pasangan pesaingnya.

Bahkan, panelis dari akademisi yang dihadirkan KPU dalam acara tersebut juga turut mengritik pedas kondisi Kabupaten Klaten selama kepemimpinan Sunarno.

Meski sempat molor, namun acara debat berlangsung seru yang dipenuhi riuh rendah tepuk tangan para pendukung masing-masing. Konsentrasi acara debat sempat beberapa kali terpecahkan oleh kegaduhan ratusan massa pendukung di luar gedung.

Meski tak sempat terjadi tindakan anarkis, namun sejumlah aparat terus bersiaga mengantisipasi adanya gesekan antar pendukung yang membaur di pelataran luar gedung.

Kritik pedas pertama dilontarkan pasangan nomer urut dua, Agus Winarno-Sri Kertati.
Mereka memanfaatkan waktunya dengan mengritik kebijakan pemerintahan Klaten yang dinilai penuh dengan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Salah satunya ialah karut marutnya dunia pendidikan di Klaten.

“Setiap ada dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) selalu berujung tak jelas, dipotong sana-sini,” ujar Sri Kertati disambut tepuk tangan pendukungnya.

asa

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…