Kamis, 2 September 2010 20:21 WIB News Share :

Nama Jubir presiden kerap dicatut untuk tipu pejabat daerah

Jakarta–Sama persis dengan peristiwa yang menimpa pendahulunya, nama Julian Aldrin Pasha rupanya juga sering dicatut untuk melakukan penipuan. Modusnya, pelaku mengaku sebagai Jubir Kepresidenan dan menelepon sejumlah pejabat daerah agar ditransfer sejumlah uang.

“Sejak tiga bulan lalu saya sudah kirim surat edaran ke seluruh kepala daerah, soal modus penipuan itu. Tetapi masih saja terjadi,” ungkap Julian di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/9).

Julian lalu mencontohkan telepon yang diterimanya pagi tadi dari Pangdam I/ Bukit Barisan, Brigjen TNI Leonardus JP Siegers. Inti dari pembicaraan adalah, Brigjen Leonardus meminta konfirmasi Julian mengenai telepon dari seseorang yang meminta uang dalam nilai tertentu dengan mengaku sebagai Jubir Kepresidenan.

Kasus serupa juga pernah dialami oleh Danrem Bogor, Kolonel Infantri Doni Monardo. “Seperti kita tahu, Pak Doni adalah mantan Dangrup A Paspampres, maka kenal betul suara saya. Beliau segera kontak saya untuk memberitahukan kalau nama saya ada yang mencatut,” papar Julian.

Julian mengaku tidak tahu berapa persisnya uang yang diminta oleh penipu. Ia juga tidak mengetahui apakah sudah ada korban dari tindakan itu. Julian menduga, pelaku memang sengaja mengincar pejabat tinggi di daerah-daerah tertentu.

“Saya tegaskan, saya tidak pernah menelepon seseorang dengan menggunakan nomor selain yang saya gunakan ini. Saya dalam kapasitas Jubir, juga tidak pernah menelepon pejabat untuk kepentingan pribadi apalagi yang merugikan orang lain,” tegas Julian.

Andi Mallarangeng semasa bertugas sebagai Jubir Kepresidenan, berulang kali jadi korban pencatutan. Hampir semua yang dihubungi oleh penipu tersebut adalah kepala daerah dan pejabat tinggi di daerah.

“Sampai sekarang pun nama saya masih sering dicatut, bedanya si penipu mengaku sebagai Menpora dan yang jadi sasaran tokoh di bidang olahraga dan kepemudaan. Saya sudah dengar rekaman teleponnya dari polisi, si penipu ini menggunakan logat Makassar seperti saya. Tapi yang sering bicara dengan saya, pasti tahu itu bukan suara saya,” ujar Mallarangeng melalui telepon

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…