Kamis, 2 September 2010 23:27 WIB Info Mudik,Klaten Share :

Lima kawasan jalan Solo-Jogya rawan kecelakaan

Klaten (Espos)--Pengguna jalan raya di sepanjang jalan utama Solo-Jogja di Kabupaten Klaten diminta mewaspadai lima titik rawan kecelakaan menjelang Lebaran. Kelima titik tersebut antara lain di kawasan Prambanan, pertigaan Hotel Galuh, pusat Kota Klaten, Pasar Kraguman Gondang, hingga di perempatan pasar Delanggu.

“Tiap tahun jumlah kendaraan terus meningkat, namun luas jalan tak bertambah. Jadi, kecelakaan sangat rentan terjadi di titik-titik keramaian,” kata Kepala Dishub Klaten, Joko Sawaldi kepada Espos di ruang kerjanya, Kamis (2/9).

Menurut Joko, faktor utama terjadinya kecelakaan di lima titik tersebut rata-rata karena ketidaktahuan pengendara bahwa di sana terjadi keramaian. Apalagi, lonjakan pengendara sat Lebaran rata-rata berasal dari pemudik yang tak tahu sama sekali kawasan tersebut.

“Keramaian di titik tersebut akan memicu kemacetan. Mulai dari pengendara roda dua, roda empat hingga, pejalan kaki berbaur di titik-titik tersebut. Sehingga, sangat rentan terjadi kecelakaan,” paparnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, selain faktor lonjakan arus mudik, keramaian di lima titik tersebut karena terjadinya transaksi jual beli, baik di pasar modern maupun di pasar tradisional. Dan seperti telah menjadi rutinitas, transaksi jual beli menjelang Lebaran berkembang pesat.

“Ditambah sempitnya jalan karena sebagai badan jalan untuk lahan parkir, pasar tumpah, serta tingginya arus mudik, maka ini sangat membahayakan,” imbuhnya.

Sebagai langkah alternatif, kata Joko, Dishub bersama jajaran Satlantas telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif ketika sejumlah jalur kemacetan utama Solo-Jogja terpaksa harus memakai sistem buka tutup.

Salah satunya ialah dengan mengoptimalkan sejumlah jalur lingkar di tiap persimpangan yang rawan kemacetan. Di Pasar Kraguman Gondang misalnya, kata Joko, kendaraan akan dialihkan ke Tegal Mas-Srowot-Bendo Gantungan.

“Kalau di Pasar Kraguman kendaraan yang dialihkan ialah yang dari arah Jogja. Namun, di Klaten Kota, kendaraan yang dialihkan ialah yang dari arah Solo,” terangnya.

Begitu pun di persimpangan Delanggu Klaten, kata Joko, kendaraan dari arah Solo juga akan dialihkan melalui jalan lingkar barat Delanggu. Sementara, kendaraan dari arah Semarang yang melintasi Klaten mau menuju Sukoharjo, Wonogiri, atau Gunung Kidul, kata Joko, hendaknya melewati jalur di Kecamatan Jatinom.

“Sementara kalau dari arah Jogja mau ke Sukoharjo, Wonogiri hendaknya melewati Tegalmas, Wedi Bayat, serta Cawas,” paparnya.

asa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…