Kamis, 2 September 2010 17:37 WIB News Share :

Ketua DPR
Pembangunan gedung baru tak bisa dibatalkan

Jakarta–Ketua DPR Marzuki Alie menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru DPR tidak bisa dibatalkan. Sebab, semua detail rencana pembangunan gedung sudah selesai, tinggal menunggu pelaksanaan pembangunan fisik saja.

“Kita ini harus berpikir rasional, panitia kerja pembangunan gedung kan sudah bekerja juga menjalankan usulan anggota DPR lalu,” tegas Ketua DPR Marzuki Alie, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/9).

Marzuki menuturkan, sebagian dana juga sudah dipakai untuk membayar konsultan. Jika pembangunan dibatalkan, semua kerja keras anggota DPR periode sebelumnya menjadi sia-sia.

“Konsultannya sudah dibayar, desainnya sudah selesai untuk 27 lantai. Kemudian kita rencanakan menjadi 36 lantai karena satu anggota Dewan akan dilengkapi 5 staf ahli,” papar Marzuki.

Marzuki heran, ada saja anggota DPR yang berpura-pura menolak pembangunan gedung baru. Sebab, rencana pembangunan gedung sudah dikonsultasikan kepada MPR dan DPD dan semuanya setuju.

“Sudah kita bicarakan kok dengan DPD dan MPR. Kalau ada anggota DPR yang menolak atas nama siapa? Atas nama fraksi itu bulat saja, kalau ada yang mencari panggung untuk bicara silakan saja,” terang Marzuki.

Marzuki berharap rakyat memahami keperluan DPR untuk meningkatkan kualitas. Marzuki berharap rakyat tidak terprovokasi oleh penjelasan tidak jelas dari sumber yang tidak kompeten.

“DPR itu harus mampu menjadi penyeimbang pemerintah dan harus didukung struktur yang mumpuni. Jangan termakan upaya pelemahan DPR jadi terlihat selalu jelek,” terang Marzuki.

Terkait keterangan dari pelaksana proyek pembangunan gedung baru, Marzuki meminta media tidak asal mengambil sumber. Menurutnya pelaksana proyek tidak memahami kepentingan pembangunan gedung DPR.

“Mereka itu salah bicara, ini kantor DPR masa ada kolam renang dan spa segala. Media harap tidak mengambil sumber yang tidak kompeten,” tutupnya.


dtc/tya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…