Kamis, 2 September 2010 09:26 WIB News Share :

Golkar murka, 10 Kadernya jadi tersangka kasus Miranda

Jakarta— Penetapan 10 kader Partai Golkar menjadi tersangka kasus suap pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia membuat partai berlambang pohon beringin itu murka.

Buktinya, Golkar bertekad untuk menggolkan usulan penggunaan hak interpelasi tentang hubungan Indonesia-Malaysia.

“Kita akan tetap mendorong hak interpelasi itu, kita ingin menanyakan kepada Presiden kenapa pemerintah tidak memiliki sikap tegas terhadap Malaysia,” ujar anggota Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, Kamis (2/9).

Usulan Partai Golkar ini dijelaskan Bambang, bukan ditujukan untuk menyerang Presiden ataupun menunjukkan sikap bertentangan dengan pemerintah.

“Ini bukan persoalan mendukung presiden atau tidak, ini persoalan harga diri bangsa, kita akan tanya kepada Presiden kenapa tidak tegas kepada Malaysia.”

Sebagaimana diberitakan, 10 politisi Partai Golkar ditetapkan sebagai tersangka, kasus suap pemilihan DGS BI Miranda Swaray Goeltom. Ada pun nama-nama politisi Golkar yang ditetapkan tersangka itu antara lain, Baharuddin Aritonang, Antony Zeidra Abidin, Ahmad Hafiz Zawawi, Boby Suhardiman, Paskah Suzetta, Hengky Baramuli, Reza Kamarullah, Asep Ruchimat Sudjana, Marthin Bria Seran, dn TM Nurlif.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…