Rabu, 1 September 2010 21:29 WIB News Share :

SBY desak percepat penuntasan perundingan perbatasan RI-Malaysia

Jakarta--Presiden SBY menyatakan pemerintah telah memikirkan solusi terbaik untuk mengatasi insiden-insiden di perbatasan. Yaitu menuntaskan secepatnya perundingan batas wilayah Indonesia-Malaysia.

“Indonesia berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah ini dapat kita percepat dan efektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini mesti berangkat dari tujuan baik agar insiden dua negara dapat kita cegah,” kata Presiden SBY di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (1/9).

Dia menegaskan percepatan penuntasan perundingan batas wilayah dua negara adalah solusi paling tepat untuk menyelesaikan masalah. Tak terkecuali batas wilayah darat dan batas wilayah maritim di selat Singapura dan perairan Sulawesi atau perairan Ambalat.

“Perundingan ini harus dipercepat. Saya sungguh menggaris bawahi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata,” tegas SBY.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih jalur diplomasi ketimbang perang menyikapi masalah dengan Malaysia. SBY juga mengajak semua pihak untuk menghindari aksi kekerasan.

“Saya juga mengajak untuk menjauhi tindakan-tindakan yang berlebihan, seperti aksi-aksi kekerasan, karena hanya akan menambah masalah yang ada. Kekerasan sering memicu terjadinya kekerasan yang lain,” ujar SBY di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu.

Sama seperti yang rakyat Indonesia rasakan, SBY juga prihatin terhadap masalah yang terjadi antara Indonesia-Malaysia. Namun, SBY meminta agar masyarakat Indonesia menahan emosi saat menyikapi masalah ini.

“Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Saya sungguh mengerti keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi yang saudara-saudara rasakan. Dan apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang dan ke depan ini sesungguhnya juga cerminan dari keprihatinan kita semua,” jelasnya.

Menurut SBY, memilih penyelesaian di meja perundingan dan bukan medan perang adalah yang terbaik. Pilihan tersebut ditampung dari berbagai masukan dari seluruh rakyat Indonesiam, termasuk yang berada di Malaysia.

“Harapan untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius dan tepat tanpa disertai aksi-aksi yang destruktif juga saya terima dari saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang saat ini berada di Malaysia,” tuturnya.

dtc/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…