Rabu, 1 September 2010 08:24 WIB Hukum Share :

Polisi tertibkan kepemilikan 'airsoft gun'

Samarinda–Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, menertibkan peredaran “airsoft gun” atau senjata tiruan (replika) yang saat ini marak dimiliki warga di kota itu.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Samarinda, Komisaris Akhmad Yusef Gunawan kepada wartawan, Rabu (1/9), menyatakan, “airsoft gun” dapat berbahaya jika dibawa atau dimiliki secara bebas.

“Senjata replika yang biasanya digunakan untuk olah raga itu kecenderungannya banyak disimpan bahkan dibawa untuk sekadar bergaya oleh warga, sehingga kami (Polresta Samarinda) telah mengambil langkah preventif dengan melakukan penyitaan,” katanya.

Penertiban “airsoft gun” yang mulai dilakukan sejak Senin (30/8) itu, kata dia, berhasil disita lima pucuk senjata replika tersebut.

“Penertiban kami lakukan di beberapa tempat, termasuk mendatangi beberapa toko mainan yang diduga menjual ‘airsoft gun’ itu. Kami juga melakukan pemeriksaan pada sejumlah kendaraan roda empat (mobil) dan dari penertiban itu, kami berhasil menemukan empat pucuk, sedangkan pada Senin (30/8) satu pucuk senjata replika itu kami amankan,” kata Akhmad Yusef Gunawan.

“Airsoft gun”, kata dia merupakan jenis senjata yang biasanya digunakan untuk kesenangan atau hobi mengumpulkan atau mengkoleksi senjata replika.

“Senjata replika ini juga biasanya digunakan para karyawan perusahaan dalam melakukan pengamanan bahkan banyak juga warga yang memanfaatkannya hanya sekadar manakut-nakuti. Jadi, kepemilikan senjata jenis ini harus ditertibkan sebab bisa saja disalahgunakan,” katanya.

Ia menambahkan, warga yang hendak memiliki senjata itu harus memiliki izin dari Perbakin dan kepolisian. Senjata itu tetap harus disimpan oleh pihak kepolisian dan baru boleh diambil saat akan digunakan latihan.

“Jadi, kami tidak melarang warga memiliki ‘airsoft gun’ ini tetapi hanya mengatur agar tidak disalahgunakan saja,” ujar Akhmad Yusef Gunawan.

ant/rif

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…