Rabu, 1 September 2010 11:02 WIB Hukum Share :

Polisi tembak mati dua pelaku Curanmor

Surabaya–Anggota satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya, Selasa malam (31/8), menembak mati dua pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Surabaya Timur.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Anom Wibowo mengatakan anggotanya terpaksa menembak mati dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) itu karena berusaha melawan polisi saat hendak ditangkap.

“Kedua pelaku tertangkap basah saat berusaha mencuri sepeda motor. Mereka kami tangkap, tapi justru melawan dengan menodongkan pisau jenis parang,” katanya.

Setelah diberi tembakan peringatan, pelaku semakin beringas dan melawan. “Jadi, keduanya terpaksa kami tembak,” ujarnya kepada wartawan di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Kedua pelaku berinisial KA, warga Karangjati, Pasuruan dan MH, warga Ketondo, Pasuruan. Keduanya ditembus timah panas oleh polisi di bagian dadanya. Selain pelaku Curanmor, kedua pelaku juga merupakan komplotan spesialis perampokan terhadap nasabah bank. Mereka kerap beraksi di Surabaya dan beberapa kali di luar kota.

“Dalam catatan kami, pelaku ini sudah lebih dari 20 kali beraksi, apalagi keduanya sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Bahkan, rekannya sudah kami tangkap terlebih dahulu dan kini sudah meringkuk di tahanan Polrestabes,” tuturnya.

Sebelum ditembak mati, pelaku berniat merampas motor milik Joko Pitono, warga Gubeng Jaya. Saat itu, korban yang mengendarai motor merek Honda Supra nomor polisi L 6984 FK jatuh tersungkur setelah dibuntuti pelaku.

Melihat ada aksi kejahatan, warga berteriak dan berupaya menangkap pelaku. Teriakan warga didengar oleh anggota reskrim yang sedang berpatroli.

“Polisi pun mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya di kawasan dekat kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya,” jelasnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…