Rabu, 1 September 2010 17:54 WIB Wonogiri Share :

Pengusaha bus merasa dianaktirikan Pemprov Jateng

Wonogiri (Espos)–Niat Pemprov Jateng untuk mengadakan mudik gratis tahun ini, dirasa tidak berimbas pada pengusaha lokal. Pemilik bus Tunggal Daya, H Sutardi mengaku para pengusaha bus merasa dianaktirikan oleh Pemprov, sehingga tidak bisa ‘menikmati kue’ Lebaran.

“Bus-bus asal Wonogiri belum pernah dicarter untuk program mudik gratis Pemprov Jateng. Kalau kami dan teman-teman diikutkan akan senang, karena bisa menikmati ‘kue’ Lebaran. Namun selama ini, bus carteran dari Jakarta,” ujar H Sutardi saat ditemui Espos di kantornya, Rabu (1/9).

Dia mengaku Lebaran tahun ini menyiapkan 40 unit. Dia juga menyadari, prinsip Pemprov Jateng untuk tidak menggunakan bus-bus lokal dengan pertimbangan keterbatasan. Diperoleh kabar, Lebaran tahun ini Wonogiri mendapat alokasi 20 bus mudik gratis.

Sutardi berharap, bus-bus carteran hanya melakukan dropping penumpang. “Tidak boleh kembali ke Jakarta mengambil penumpang di terminal-terminal. Sebab izin insidental dipergunakan untuk memenuhi carteran.”

Lebih lanjut Sutardi menyatakan Lebaran tahun ini lesu seiring dengan kondisi perekonomian. “Memang ada perusahaan mencarter bus kami, tetapi jumlah minim.”
Bagaimana soal tarif? Sutardi mengaku lebih senang diserahkan pada mekanisme pasar.

tus

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…