Rabu, 1 September 2010 10:25 WIB Hukum Share :

Pemudik dibius di Bandara Soekarno-Hatta, Rp 2 juta raib

Jakarta–Aksi kejahatan pencurian dengan modus pembiusan menjelang Lebaran mulai terjadi. Kali ini, seorang pemudik tak sadarkan diri setelah dibius oleh pelaku di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Kapolsek Tebet Kompol Udik Tanang mengatakan, korban mengalami pembiusan. “Uangnya Rp 2 juta hilang,” kata Udik saat dihubungi wartawan, Rabu (1/9) pagi.

Udik mengatakan, korban yang diketahui bernama Alimin ,37, ditemukan oleh anggota patroli Polsek Tebet di dekat Gelael, Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (1/9) dinihari. Saat itu, korban ditemukan dalam kondisi pingsan. “Lalu sama anggota dibawa ke Puskesmas di deket Polsek Tebet,” katanya.

Dokter di Puskesmas itu menyatakan bahwa Alimin pingsan akibat pembiusan. Karena tekanan darahnya tinggi, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mendapat perawatan intensif.

Saat siuman, korban menceritakan kejadian yang menimpanya saat berada di bandara. Saat itu, kata Udik, korban bertemu dengan tiga pria yang diduga sebagai pelaku pembiusan.

Diduga, saat berbincang dengan pelaku, korban diberi minuman yang telah dicampuri obat bius. “Minumannya sejenis minuman kaleng,” katanya.

Di tengah perjalanan, dompet korban yang berisi uang Rp 2 juta dikuras oleh pelaku. Korban sendiri baru pulang dari Pekanbaru.

Korban saat itu hendak mudik ke kampungnya di Cilacap, Jawa Tengah.

“Setelah itu korban lalu dibawa dengan mobil dan diturunkan di Jl MT Haryono,” kata Udik.

Akibat peristiwa yang dialaminya, korban kehilangan harta berharga berupa uang tunai sebesar Rp 2 juta, satu unit telepon genggam dan sebuah tas koper. Kasus pembiusan ini selanjutnya ditangani petugas Polsek Tebet.

dtc/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…