Rabu, 1 September 2010 14:17 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah kembali ulur waktu keputusan impor gula

Jakarta–Pemerintah kembali mengulur kepastian waktu dan jumlah impor gula untuk memenuhi kekurangan gula di awal 2011.

Padahal sebelumnya pemerintah berjanji akan memastikan jumlah kebutuhan gula kristal putih (GKP) pada akhir Agustus 2010. “Kita akan finalisasi satu dua minggu ini,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara konferensi pers di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Mari mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk melakukan impor GKP lebih cepat. Hal ini agar proses impor dan masuknya gula impor ke pasar dalam negeri lebih cepat paling tidak menjelang akhir tahun. “Biasanya masuk Januari-April,” kata Mari.

Sementara itu Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan berdasarkan perhitungan pemerintah stok gula hingga akhir 2010 masih ada 600.000 sampai 1 juta ton.

Namun karena proses musim giling tebu tahun 2011 baru terjadi pada Mei, maka tambahan gula impor itu akan menutupi kekurangan kebutuhan gula menjelang musim giling. “Tahun 2011 hingga Mei tidak giling maka kita memerlukan stok,” jelasnya.

Hatta juga mengatakan mengenai kebutuhan pokok masyarakat seperti beras stoknya cukup sampai akhir tahun. Sementara dari sisi harga beberapa komoditas seperti daging sapi, gula dan beras masih bertengger di angka yang stabil namun masih tinggi. “Tiga ini yang memang kita amati terus,” jelas Hatta.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…