Rabu, 1 September 2010 13:21 WIB News Share :

PDIP
Tinjau ulang pembangunan gedung baru DPR

Jakarta–PDI Perjuangan (PDIP) menilai pembangunan gedung baru yang rencananya dimulai Oktober mendatang perlu dievaluasi kembali. Kemewahan ruangan dan fasilitasnya tidak masuk akal.

“Masih perlu evaluasi, saya minta stop dulu, kita kaji kembali mengenai besaran ruangan,” kata politisi senior PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/9).

“Ruangan (seluas) 120 meter persegi terlalu besar. Bagi saya, 70 meter saja sudah besar.”

Menurut Pramono, meski anggota Dewan memiliki dua tenaga ahli dan satu sekretaris, ruang seluas 70 m2 sudah cukup besar. Karena itulah dia akan membahasnya di rapat
pimpinan dan meminta dukungan dari pimpinan lain.

“Ini mau buat apa. Ruangan 40 m2 sudah cukup,” kata dia.

Pramono mengaku merasa malu menjadi anggota Dewan bahkan dengan menjadi pemimpin DPR ketika ada rencana pembangunan yang belum pernah diputuskan di lembaga legislatif itu.

“Sosialisasi BURT (Bdan Urusan Rumah Tangga) waktu lalu tentang Gedung Baru seperti dismbar petir di siang bolong bertubi-tubi. Kalau ada spa, kolam renang, kenapa tidak sekalian tukang pijat,” kata Pram menyindir.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…