Rabu, 1 September 2010 23:50 WIB Solo Share :

Paguyuban tuding Pemkot lindungi pejabat koruptor

Solo (Epsos)–Pengurus dan anggota paguyuban dan himpunan di Terminal Tirtonadi Solo mengaku kecewa dengan digantinya Muhammad Arif Mutaqin dari jabatan Kepala UPTD terminal.

Mereka menuding penggantian Arif, untuk melindungi pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) yang diduga tersangkut kasus pungutan liar (Pungli) di tubuh UPTD terminal atau Dinas Perhubungan (Dishub). Apalagi penyelidikan dugaan Pungli oleh Kejaksaan sudah mengarah ke jajaran pejabat Dishub. Seperti disampaikan Wakil Ketua Himpunan Pedagang Kios Terminal Tirtonadi (HPKT) Solo, Tekad Ardiono, saat dihubungi Espos melalui ponselnya, Rabu (1/9).

“Pasti terkait dengan kasus Pungli terminal yang lagi bergulir di kejaksaan dan kepala UPTD sebagai saksi kunci. Dosa Arif adalah mencoba merubah tradisi tersebut hingga membuat beberapa orang jabatan dan pemasukannya terancam,” ujar dia.

Menurut Tekad, terlalu dini mengganti Arif dengan masa kinerja yang baru tiga bulan. Artinya, dia melanjutkan, kecil kemungkinan penggantian Arif mendasarkan pertimbangan kinerja. Tekad menilai penggantian Arif sebagai campur tangan politik oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan pribadi atau kelompok. Sebab secara kinerja, Arif justru berdedikasi dan profesional.

Contohnya pemberantasan Pungli di pos jasa ruang tunggu (JRT) atau peron dan toilet. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, sudah sulit menemukan Pungli di terminal. Lebih dari itu, Arif dinilai sukses meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jasa terminal dengan program transparansi.

Penuturan senada disampaikan Sumadi, anggota Paguyuban Ojek Rukun Agawe Santosa (RAS) Terminal Tirtonadi, saat ditemui Espos. Dia merasa pergantian kepala UPTD terminal yang begitu cepat, tak wajar. Apalagi kinerja Arif terhitung bagus dan tanpa kasus. “Dibandingkan kepala sebelumnya, Arif bisa dekat dan menjalin komunikasi dengan seluruh warga terminal. Satu hal penting yang tidak bisa dilakukan kepala sebelum Arif. Bagi kami hal-hal seperti itu penting untuk menjalin kekompakan,” katanya.

Di sisi lain Sumadi mempertanyakan masa depan terminal dipimpin seorang perempuan. Sebab lingkungan terminal dikenal keras dan tak jarang terjadi benturan-benturan langsung.

Sedangkan Kepala UPTD Terminal Tirtonadi, Djammila, mengaku tak gentar alias siap memimpin di terminal. Perempuan berkerudung itu mengaku akan melakukan pendekatan kekeluargaan kepada seluruh warga terminal. “Selaku PNS saya siap ditempatkan dimanapun, tidak kaget, tidak takut. Kita sama-sama manusia, makan nasi,” tegasnya berusaha menepis pesimisme sebagian kalangan terhadap kepemimpinannya nanti.

kur

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…