Rabu, 1 September 2010 16:33 WIB Tokoh Share :

"Oneng" menolak konfrontasi dengan Malaysia

.Anggota DPR dari Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka menolak konfrontasi bagi menyelesaikan kemelut hubungan Indonesia-Malaysia yang memanas akhir-akhir ini.

Seusai bertemu dengan tiga anggota parlemen Malaysia dari partai oposisi PAS di Kuala Lumpur, Rabu (1/9), dia menyarankan agar mengedepankan dialog dan diplomasi.

“Saya menolak jalan konfrontasi sebagai solusi bagi hubungan kedua negara ini yang memanas belakangan ini. Konfrontasi akan menambah persoalan, luka yang dalam dan sulit untuk menghentikannya,” kata anggota Komisi IX DPR ini.

Setelah pertemuan yang pertama kali dengan tiga anggota parlemen Malaysia, Oneng- panggilan akrab Rieke dalam sinetron Bajaj Bajuri, mengatakan, akan membangun komunikasi yang lebih bagus antara wakil rakyat Indonesia dengan Malaysia agar pada masa mendatang segala perselisihan antara Indonesia-Malaysia tidak menimbulkan suasana  seperti mau perang.

Oneng merupakan politisi pertama kali mengadakan pertemuan antara pihak Indonesia – Malaysia di saat memanasnya hubungan kedua negara bertetangga dan serumpun, akibat penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh Polisi Laut Malaysia dan penangkapan tujuh nelayan Malaysia oleh aparat keamanan Indonesia yang dikenal dengan insiden perairan laut Bintan.

“Saya seharusnya bersama dengan Lili Wahid, anggota Komisi I DPR, dari Fraksi PKB, namun beliau batal datang ke Kuala Lumpur karena ada yang mendesak dan lebih penting lagi. Saya datang ke sini bersama beberapa teman aktivis LSM, yakni Anis Hidayah dan Wahyu Susilo dari Migrant Care Indonesia, Migrant Care Malaysia Alex Ong dan Kontras,” katanya.

Ketika ditanya komentarnya mengenai aksi demonstrasi Bendera (Benteng Demokrasi Rakyat) yang membakar bendera Malaysia dan melemparkan kotoran manusia ke dalam Kedubes Malaysia di Jakarta, Oneng menyesalkan tindakan Bendera dalam demonstrasi yang kurang beretika.

Namun dia dapat memahami ekspressi mereka yang begitu kecewa dengan Malaysia karena berbagai persoalan yang tidak selesai sehingga menimbulkan akumulasi.

Rieke Diah Pitaloka bertemu dengan tiga anggota parlemen oposisi Malaysia dari partai PAS, yakni Nasharudin Mat Isa, Salahuddin Ayub dan Kamaruddin Jaafar.

Politisi ini juga membantah pada Jumat (27/8) telah memberikan pernyataan kepada pers Indonesia agar pemerintah Indonesia mengambil langkah konfrontasi dalam menghadapi Malaysia.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…