Rabu, 1 September 2010 11:09 WIB News Share :

Jalan Raya Porong diblokir, lalu lintas lumpuh

Sidoarjo–Ratusan korban lumpur menutup dua lajur Jalan Raya Porong sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Akibatnya lalu lintas menuju Surabaya dan ke arah Malang terlihat padat. Motor dan mobil tak bisa jalan.

Penutupan dilakukan sejak pukul 10.00 WIB, Rabu (1/9). Penutupan itu dilakukan oleh warga 9 RT di Desa Siring Barat dan sebagian lagi warga Jatirejo Barat yang hingga kini masih belum mendapatkan ganti rugi dan pemerintah. Sebelum menutup jalan, warga menggelar doa bersama selama 10 menit.

“Kami ingin agar aksi ini membuat pemerintah memperhatikan kami. Sampai saat ini kami masih belum mendapatkan perhatian dari pemerintah,” kata salah satu warga peserta aksi, Lutfi Abdillah di sela-sela aksi.

Pengamatan di lapangan warga yang menutup Jalan Raya Porong didominasi ibu-ibu. Cuaca panas tidak menyurutkan niat warga untuk melanjutkan aksinya dan membawa payung untuk melindungi diri dari sengatan matahari.

Warga juga melakukan orasi yang intinya meminta agar pemerintah mendengarkan suara warga ini. Selama ini Desa Siring Barat dan Desa Jatirejo Barat memang
belum mendapatkan ganti rugi dari pemerintah sedangkan rumah yang ditempati warga sudah tidak layak huni.

Warga membawa spanduk yang dibentangkan bertuliskan ‘Kami Warga 9 RT Siring Barat dan Jatirejo Barat Minta Ganti Rugi Segera Direalisasikan’. Aksi ini
mengakibatkan lalu lintas dua arah macet total. Kendaraan tidak bisa melintas dan aparat kepolisian hanya berjaga mengamankan pengunjuk rasa.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…