Rabu, 1 September 2010 18:19 WIB Kesehatan Share :

Delapan penyebab sakit gigi dan mulut

Jakarta–Kebanyakan orang tidak sadar bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut sangat berkaitan erat dengan masalah organ tubuh lainnya. Ada delapan penyebab utama yang menjadi masalah pada kesehatan gigi dan mulut.

Di Indonesia, permasalahan gigi dan mulut merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang mengkhawatirkan. Permasalahan ini menduduki urutan pertama dari daftar 10 besar penyakit yang paling dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia.

“Berdasarkan prosedur pemeriksaan gigi dan mulut memang ada delapan permasalahan yang kerap ditemukan oleh para dokter gigi di Indonesia terhadap pasiennya,” ujar Prof DR drg Melanie S. Djamil, Mbiomed, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, dalam acara temu media 8 Aksi Perlindungan Gigi dan Mulut di Penang Bistro, Jakarta, Selasa (31/8).

Berikut delapan penyebab utama masalah gigi dan mulut:

1. Gigi berlubang
Hal ini disebabkan adanya plak yang menjadi tempat kembang biak bakteri. Bakteri akan menghasilkan asam, hasil dari fermentasinya dengan karbohidrat dan merusak email gigi serta menyebabkan gigi berlubang.

Untuk mengatasinya, gosok gigi secara teratur dua kali sehari selama dua menit dan hindari makanan yang mengandung gula diantara jam makan.

2. Noda pada gigi
Disebabkan oleh seringnya mengonsumsi makanan dan minuman yang berwarna seperti teh, kopi dan lainnya.

Untuk mengatasinya, selalu berkumur air putih setelah mengonsumsi teh atau kopi.

3. Email gigi lemah
Kekurangan mineral seperti kalsium dan flouride dapat menyebabkan email gigi lemah. Selain itu, banyak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar manis dan asam tinggi seperti soda, kunyit, asam jawa, cuka dan lainnya, dapat mengikis lapisan email gigi.

Untuk mengatasinya, hindari makanan yang mengandung asam dan langsung membersihkan gigi setelah mengonsumsi makanan yang mengandung asam.

4. Napas tidak segar
Tidak ada yang lebih buruk dibandingkan napas tidak segar di pagi hari, yang disebabkan oleh sisa makanan yang membusuk di sela-sela gigi dan jutaan bakteri yang tumbuh di dalam mulut. Namun, bau mulut atau halitosis juga bisa disebabkan oleh adanya penyakit rongga mulut.

Kebersihan dan kesegaran mulut harus dijaga dengan menggosok gigi dua kali sehari serta membersihkan lidah.

5. Pembengkakan gusi
Bakteri yang terkumpul disela-sela gusi dan gigi dapat mengiritasi gusi sehingga gusi infeksi dan meradang. Apabila tidak segera diobati dapat mengakibatkan gigi tanggal dan juga dapat berujung ke penyakit jantung, paru-paru dan diabetes.

Hindari penggosokan gigi yang terlalu kencang, yang dapat membuat gusi terluka atau sela-sela gusi dan gigi terbuka, sehingga makanan tidak akan masuk dan membuat gusi meradang.

6. Penumpukan plak
Plak adalah semacam lapisan tipis pada permukaan gigi yang ditumbuhi oleh bakteri, terbentuk air liur dan protein. Bila dibiarkan, plak akan menyebabkan lubang pada gigi dan juga dapat menyebabkan radang gusi.

Selalu sikat gigi setelah makan sehingga tidak ada kesempatan untuk bakteri berkembang biak dan mengakibatkan plak.

7. Penumpukan tartar
Tartar merupakan lapisan keras berwarna kuning pucat yang terbentuk dari penumpukan plak secara berkepanjangan. Tartar mengotori gusi dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Sekali terbentuk, tartar tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi. Namun, pertumbuhannya dapat diperlambat dengan menggunakan pasta gigi berformula anti tartar.

8. Permasalahan bakteri
Hal-hal yang memicu pertumbuhan bakteri secara pesat adalah karena kurangnya perawatan pada gigi dan mulut untuk menjaga kebersihan.

Menggosok gigi dengan teratur adalah kunci utama untuk mencegah permasalahan bakteri.

dtc/ tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…