Rabu, 1 September 2010 17:04 WIB Internasional Share :

Agen-agen FBI ditempatkan di Mesjid Amerika

Tennessee--Sejumlah pemuka agama Islam di Amerika Serikat mengundang agen-agen FBI ke mesjid untuk memberikan perlindungan di rumah ibadah tersebut.

Ini dilakukan di tengah meningkatnya aksi vandalisme antimuslim dan perdebatan sengit mengenai rencana pembangunana mesjid di dekat ‘Ground Zero’, New York, AS.

Namun keberadaan agen-agen FBI di mesjid tersebut menimbulkan pro dan kontra.

“Saya pikir tidak sepatutnya menempatkan agen-agen itu di mesjid-mesjid,” kata Ibrahim Hooper, juru bicara Dewan Hubungan Islam-Amerika di Washington seperti diberitakan Washington Post, Rabu (1/9).

Isu ini mulai diperdebatkan setelah sebuah mesjid di Nashville, Tennessee mengundang dua agen FBI untuk datang saat tarawih di mesjid tersebut pada Sabtu, (28/8) malam waktu setempat.

“Saya pikir orang-orang merasa yakin bahwa FBI membantu kami dan mendukung kami dan akan memastikan bahwa tak ada yang akan terjadi pada masjid kami,” kata Amir Arain, juru bicara Pusat Islam di Nashville, yang mengundang kedua agen FBI tersebut.

Dikatakannya, kedua agen FBI tersebut diundang menyusul aksi pembakaran di lokasi pembangunan sebuah mesjid di Murfreesboro, Nashville.

“Itu kejahatan kebencian, jadi FBI perlu dilibatkan,” ujar Arain. Dikatakannya, pembakaran tersebut merupakan insiden vandalisme ketiga di mesjid daerah Nashville tahun ini.

Agha Saeed, ketua American Muslim Taskforce on Civil Rights and Elections, koalisi kelompok-kelompok muslim terkemuka, menyambut kedatangan FBI di mesjid tersebut. “Itu tugas FBI untuk melindungi warga negara,” kata Saeed.

Juru bicara kantor FBI di Nashville, Scott Augenbaum menuturkan, kedua agen FBI mendatangi masjid tersebut sebagai tamu undangan. Juga untuk menekankan bahwa kejahatan karena kebencian dan pelanggaran hak-hak sipil merupakan prioritas sangat penting bagi FBI.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…