Rabu, 1 September 2010 12:42 WIB Hukum Share :

10 Anggota Polsek Biau diperiksa

Jakarta–Pasca kerusuhan yang terjadi di Polsek Biau, Buol, Sulawesi Tengah, polisi memeriksa 10 anggota Polsek yang berjaga pada Selasa (31/8) malam.

Pemeriksaan ini untuk mengetahui persis kronologi kejadian. “Diperiksa 10 orang dari petugas yang semalam berjaga,” ujar Kabid Penum Mabes Polri, Kombes Pol Marwoto Soeto, di Mabes Polri, Rabu (1/9).

Marwoto menjelaskan, insiden tersebut bermula saat Kashmir yang melakukan balap liar ditangkap setelah menabrak. Setelah ditahan di Polsek Biau, Kashmir kemudian tewas di dalam ruang tahanan.

“Kasmir itu nabrak. Terus ditahan polisi. Terus tewas di Polsek, dengan gantung diri. Itu yang memicu kemarahan warga,” jelas Marwoto.

Kemarahan warga tersebut, kata Marwoto, dilakukan dengan menyerang Polsek. Ada 500 warga yang menyerang saat itu. Sedangkan saat itu ada sekitar 10 petugas polisi yang tengah bertugas.

Polisi yang ada di lokasi berupaya mengamankan Polsek dari serbuan warga. Namun menyebabkan lima orang warga sipil tewas.

“Mereka tewas ada yang terkena peluru tajam ada yang karena terkena lemparan,” terang Marwoto.

Marwoto menambahkan, saat ini tengah dilakukan perundingan dengan warga yang diikuti oleh Muspida setempat dan juga jajaran keamanan. Bantuan dari Polda juga telah diterjunkan. “Ada tambahan dari Brimob satu kompi Polda Sulteng,” tukasnya.

Akibat penyerbuan warga tersebut, polisi terpaksa menggunakan tembakan peringatan untuk membela diri. Namun, sayangnya ada warga sipil yang terkena peluru nyasar.

“Terjadi pembelaan dari polisi dengan tembakan peringatan dan peluru nyasar. Akhirnya masyarakat ada yang tewas dan luka di daerah Buol,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Amin Saleh, insiden ini memakan korban jiwa dari kedua belah pihak. Dari warga, sebanyak liam orang tewas dan dua orang lainnya masih kritis. Sedangkan dari pihak Kepolisian, sebanyak 17 anggota mengalami luka-luka.

“Terakhir yang tewas ada lima orang, dua orang kritis, jumlah korban semuanya 28 orang. Semua sipil yang tewas. Anggota Polri kita ada 17 orang yang luka-luka,” terang Amin saat dihubungi wartawan.

Terkait tahanan yang meninggal dunia di Kantor Polsek di Buol, Amin membenarkan. Namun, menurut dia, tahanan tersebut tewas bunuh diri, bukan karena dianiaya polisi.

“Betul, itu meninggal dunia, berdasarkan visum dokter diduga kuat bunuh diri, ditemukan tergantung,” ujarnya.

dtc/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…