Selasa, 31 Agustus 2010 11:09 WIB Ekonomi Share :

Ulah spekulan sebabkan harga beras naik

Jakarta–Pemerintah menduga, kenaikan harga beras dan daging belakangan ini disebabkan ulah para spekulan. Pasalnya, bila dilihat dari sisi stok terbilang sudah mencukupi.

Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu mengatakan, harga rata-rata tertinggi untuk beras premium saat ini mencapai Rp 8.000 per kilogram dan paling murah Rp 6.500 per kilogram.

Sementara itu, Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, Perum Bulog memiliki stok beras 1,4 juta ton. “Ini sesungguhnya dari sisi produksi hitungan sampai akhir tahun masih akan surplus 5,6 juta ton,” ujarnya di kantor Menko Perekonomian, Selasa (31/8).

Suswono melanjutkan, pedagang menilai stok tersebut masih minim sehingga harga beras dipermainkan. “Stok Bulog kecil, jadi pedagang ini berani untuk memainkan harga. Memang angka 1,4 juta ton dari sisi jumlah cukup besar. Tapi pada saat sekarang Bulog tidak bisa menyerap harga beras lagi. Karena ini pedagang besar yang saat ini sudah menyerap gabah dari petani berani memainkan harga,” paparnya.

Ketidakmampuan Bulog menyerap beras saat ini, lanjut Suswono, disebabkan karena harga beras sudah diatas harga pokok pembelian (HPP). “Karena sebenarnya bulog idealnya menyerap saat bulan Februari-Maret saat panen raya harga beras di bawah HPP,” ujarnya.

Berdasar data Kementerian Pertanian, saat ini pasar induk Cipinang terbilang banjir stok beras dari normalnya 2.000 ton per hari, kini menerima pasokan 3.000 ton per hari dan bahkan pernah sampai 4.000 ton per hari. “Jadi tidak ada masalah sisi produksinya meski memang betul ada beberapa yang kena puso,” ujarnya.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…