Selasa, 31 Agustus 2010 14:58 WIB News Share :

Tuntut THR, Satpam 'tutup' Saphir Square Yogyakarta

Yogyakarta – Puluhan anggota Satuan Pengamanan (satpam) Saphir Square, Yogyakarta, nekat ‘menutup’ pusat perbelanjaan tempatnya bekerja. Mereka menuntut pihak manajemen melunasi pembayaran gaji yang tertunda dan uang Tunjangan Hari Raya (THR).

Aksi berlangsung di depan pintu masuk Saphir Square, Jl Laksda Adisucipto Yogyakarta, mulai pukul 11.00 WIB, Selasa (31/8). Saat melakukan aksi, para satpam yang masih mengenakan seragam warna putih biru tua itu hanya duduk-duduk di depan pintu masuk.

Biasanya bertugas jaga di depan pintu masuk, di luar gedung maupun di semua lantai atau di sekitar toko di tempat itu. Sambil duduk bergerombol, beberapa anggota satpam ada yang menegur dan melarang pengunjung masuk.

“Jangan masuk, Mbak. Baru tutup,” kata mereka.

Mendengar ucapan tersebut beberapa pengunjung ada yang menghentikan langkah dan kemudian menanyakan kepada satpam. Mereka mengatakan karyawan sedang berunjuk rasa menuntut uang THR. Namun ada pula pengunjung yang dengan cuek tanpa memperhatikan ucapan satpam langsung masuk ke Saphir Square.

Salah seorang satpam yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan sampai akhir bulan ini pihak manajemen baru tidak bersedia memberikan uang THR dan gaji satu setengah bulan yang belum dibayarkan. “Kami sudah menemui pihak manajemen untuk menanyakan soal THR tapi sampai sekarang tidak ada dan gaji bulanan yang kami bulan kemarin juga belum kami terima,” katanya.

Saat aksi berlangsung, tidak banyak pengunjung yang mengetahui adanya aksi itu. Beberapa anggota Polsek Gondokusuman Kota Yogyakarta hanya memantau jalannya aksi dari luar gedung.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…