Selasa, 31 Agustus 2010 14:11 WIB News Share :

Syafii Maarif
Soal Ahmadiyah, Menag tidak bijak

Jakarta–Rencana pembubaran Ahmadiyah mendapat sejumlah tanggapan. Salah satunya Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif yang justru menyayangkan pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali soal pembubaran Ahmadiyah.

Syafii menilai, pernyataan Menteri Agama sangat tidak tepat.  “Tanyakan kepada Menteri Agama, apa alasannya? Masih banyak pekerjaan lain yang lebih penting dari itu,” kata Ahmad Syafii Maarif, Selasa (31/8).

Pendiri Maarif Institute ini menganggap pernyataan Menteri Agama itu tidak bijak. Apalagi, kata dia, pernyataan pembubaran Ahmadiyah itu terlontar dari seorang pejabat negara.

“Meski saya tidak setuju dengan ideologi Ahmadiyah, caranya tidak bisa seperti itu,” ujar peraih penghargaan Ramon Magsaysay dari pemerintah Filipina ini.

Syafii menegaskan bahwa Ahmadiyah yang berdiri sejak 1925 itu tidak hanya berisi satu orang. Tapi ada pula organisasi-organisasi struktural di dalam Ahmadiyah yang melibatkan banyak orang.

Maka itu, Syafii menyarankan agar Menteri Agama jangan mendengarkan masukan dari salah satu pihak saja. Apalagi kalau saran dari satu pihak itu langsung dijadikan kebijakan.

“Tapi juga tolong dengarkan pendapat pihak lain agar fair opinion. Agar lebih komprehensif,” ujarnya. Syafii khawatir, “akan muncul aparat-aparat swasta yang akan merusak Ahmadiyah.”

Menteri Agama kemarin mengatakan Jamaah Ahmadiyah harus segera dibubarkan. Rencananya, usai Lebaran, pembahasan pembubaran akan dilakukan.  “Seharusnya Ahmadiyah segera dibubarkan. Kalau tidak dibubarkan permasalahannya akan terus berkembang,” kata Suryadharma kemarin.

vivanews/rif

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Hari Pertama Sekolah (Lagi)

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Setyaningsih, seorang esais, pembimbing anak-anak yang belajar menulis, dan peminat tema-tema pendidikan dan kehidupan anak-anak. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com. Solopos.com, Solo–Mafalda: Manolito, kamu nggak perlu sedih karena sekolah segera…