PM Najib
Selasa, 31 Agustus 2010 09:29 WIB Internasional Share :

PM Najib
Jaga kemerdekaan dan kedaulatan Malaysia

Kualalumpur— Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak, meminta rakyat agar tidak membiarkan bangsa mereka terpecah oleh sifat-sifat ekstrim, yang diwujudkan dalam isu-isu rasial dan agama. Mereka juga diminta tetap menegakkan falsafah Malaysia yang menegakkan keberagaman dan sifat yang moderat.

Demikian pesan Najib dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Malaysia ke-53, yang berlangsung Selasa (31/8). “Segala yang telah kita capai dan kita bangun bisa hancur. Maka, kita harus menjaga perdamaian, harmonis, dan stabilitas negeri ini,” kata Najib seperti dikutip kantor berita pemerintah Malaysia, Bernama.

Najib juga mengatakan bahwa untuk menciptakan masa depan bangsa yang lebih baik, rakyat Malaysia juga harus menjaga persatuan nasional, yang telah menjadi pilar bagi perdamaian dan stabilitas bangsa. Selain itu, mereka juga diharapkan terus menciptakan inovasi dan berpikiran maju demi menjawab tantangan-tantangan di era globalisasi.

Menurut Najib, pemerintah Malaysia bersungguh-sungguh mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa baik dalam kerangka instrumen legal maupun berdasarkan kekuatan dari diri sendiri untuk menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Mohon diingat bahwa Malaysia adalah tanah air kita. Di sinilah kita lahir, dibesarkan, tempat kita tinggal dan tempat dimana kita bisa menemukan kebahagiaan dan tempat hingga akhir hayat,” kata Najib.

Putra sulung mendiang Perdana Menteri Tun Abdul Razak itu juga berseru kepada rakyat Malaysia untuk meneguhkan kembali komitmen dan tekad untuk menjadikan Malaysia sebagai negara terbaik.

vivanews/rif

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…