Selasa, 31 Agustus 2010 12:24 WIB Solo Share :

Peninggian tanggul, SKoBB tagih janji pertemuan

Solo (Espos)–Sejumlah warga yang tergabung dalam Solidaritas Korban Banjir Bantaran (SKoBB) Sungai Bengawan Solo Kelurahan Semanggi dan Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo menagih janji upaya Pemerintah Kota (Pemkot) setempat mengadakan pertemuan dengan tiga belah pihak guna membahas polemik rencana peninggian tanggul.

Ketua SKoBB, Agus Sumaryawan saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (31/8), mengatakan hingga Selasa siang, SKoBB belum menerima undangan dari Pemkot Solo terkait rencana pertemuan tersebut. “Undangan belum kami terima. Kami masih menunggu realisasi dari janji Pemkot untuk menggelar pertemuan dengan kami,” papar Agus.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, hingga kini pihaknya tengah mengadakan konsolidasi internal SKoBB. Menurutnya, konsolidasi internal tersebut dimaksudkan untuk memperkuat daya tawar dari SKoBB. Sebagaimana diberitakan SOLOPOS, Selasa, Pemkot Solo akan memfasilitasi pertemuan tiga pihak yakni Pemkot, SKoBB, dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dalam jangka dekat. Pertemuan itu sebagai respons atas protes warga bantaran Sungai Bengawan Solo di Kelurahan Sangkrah dan Semanggi terkait peninggian tanggul di lokasi tersebut.

mkd

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…