Selasa, 31 Agustus 2010 18:27 WIB Karanganyar Share :

Pelepasan tanah persil Tawangmangu sulit terealisasi

Karanganyar (Espos)–Sekretaris Paguyuban Warga Tawangmangu Pengguna Tanah Persil (PWTPTP), Teguh Sri Handayani menyatakan, warga pengguna tanah persil di Tawangmangu, Karanganyar, mencurigai adanya sumbatan komunikasi dengan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, terkait permohonan penurunan harga guna proses pelepasan aset tersebut oleh Pemprov.

Kekhawatiran itu lanjut Teguh Sri Handayani, karena meski Gubernur membuka diri untuk bertemu dan bermusyawarah dengan warga terkait masalah tanah persil, sejauh ini hal itu sulit terealisasi.

“Terakhir kami dijadwalkan bertemu Gubernur tanggal 28 Juli (2010) lalu. Tapi karena beliaunya  ada kunjungan ke Wonogiri, warga hanya ditemui Asisten I beserta tim dan dari Kejaksaan Tinggi Jateng. Juga soal tanah persil,” ungkapnya kepada Espos di Karanganyar, Selasa (31/8) siang.

Menurut Teguh, dalam kesempatan tersebut perwakilan Pemprov dan Kejakti Jateng menyetujui permohonan penurunan harga dari warga. Namun disampaikan pula hal itu harus dibahas bersama dengan DPRD Provinsi. Meski tidak menyebutkan persentase penurunan yang diharapkan, warga meminta agar harga pelepasan tanah persil Tawangmangu diupayakan seringan mungkin.

“Jadi kalau Gubernur mengatakan warga diundang tidak pernah datang, kami khawatir pertemuan beserta hasil-hasilnya dengan tim Pemprov satu bulan lalu tidak sampai kepada beliau,” ujarnya.

Dia menyatakan, PWTPTP akan menunggu undangan resmi dari Pemprov Jateng atau Gubernur guna membahas lebih lanjut permasalahan harga pelepasan tanah persil yang harus dibayar warga. Namun jika dalam waktu dekat hal itu tak terwujud, kata dia, tak menutup kemungkinan warga yang akan berinisiatif untuk mengirimkan surat permohonan guna bertemu Gubernur.

“Yang jelas warga akan bertemu dulu dan membahas masalah ini. Harapannya ada undangan dalam waktu dekat ini dari Provinsi. Tapi misalnya tidak, bisa saja warga yang sampaikan pemohonan.”

try

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…